dr. Cahyono: Sakit Maag Bukan Karena Telat Makan, Keliru Itu
BIRCUNEWS – dr. Cahyono ditanya perihal penyebab sakit maag. Ia menjelaskan bahwa selama ini kita telah keliru mengira bahwa sakit maag disebabkan karena telat makan.
Dalam sebuah acara di SCTV, dr. Cahyono menjelaskan bahwa anggapan sakit maag disebabkan telat makan adalah anggapan yang salah dan perlu diluruskan.
dr. Cahyono menjelaskan, sakit maag itu disebabkan karena asam lambung yang naik atau hiper sekresi lambung.
Adapun yang menyebabkan tingginya asam lambung ini banyak faktor. Diantaranya karena stress, tingginya makan protein dan karbohidrat, megnunyah makanan tidak lama dan banyak lagi faktor lain.
” Jadi sakit maag itu penyebabnya bukan karena telat makan, tapi karena asam lambung naik atau hiper sekresi lambung,” katanya.
Lebih lanjut dr. Cahyono menjelaskan, senyawan karbohidrat dan protein ini cukup sulit dicerna di dalam lambung. Sehingga untuk mencerna dua senyawa ini lambung memerlukan waktu cukup lama dan akan mengeluarkan asam lambung yang cukup banyak.
Hal itulah yang menyebabkan tinginya produksi asam lambung.
Hal ini akan diperparah lagi ketika kita mengunyah makanan itu tidak lama. Hal itu menyebabkan makanan lebih sulit dicerna di dalam lambung.
Padahal Rasulullah kata dr Cahono, sudah mengajarkan kepada kita, bahwa mengunyah makanan itu setidaknya 32 kali di dalam mulut.
Kemudian, hal yang penting diperhatikan untuk membantu mencerna makanan adalah makan buah-buahan. Dan kuncinya makan buah yang benar itu harusnya sebelum makan berat.
Karena di dalam buah itu terdapat vitamin, antioksidan dan enzim yang berfungsi membantu pencernaan makanan.
Sehingga sebelum makan berat, harusnya lambung diberikan tambahan enzim agar dia mudah mencerna makanan.
” Sebelum makan itu kan lambung kita harus banyak enzim dalam rangka mencerna makanan. Jadi makan buah, bagusnya sebelum makan nasi,” katanya.
dr. Cahyono menambahkan, faktor lain tingginya asam lambung adalah karena infeksi di dalam lambung, terlalu banyak racun karena sisa tinja dalam usus besar.
Sisa tinja dalam usus besar ini akan menyebabkan produksi gas berlebih di dalam tubuh sehingga hal itulah yang kemudian bisa menyebabkan sesak napas.
baca juga: dr. Cahyono Jelaskan Fungsi Antioksidan dan Penyebab Penyumbatan Pembuluh Darah
baca juga: dr. Zaidul Akbar: Ceker Ayam dan Sisik Ikan Banyak Mengandung Kolagen
baca juga: dr. Zaidul Akbar Sarankan Kurangi Konsumsi Nasi Putih, Banyak Sumber Karbohidrat Lain
baca juga: dr. Zaidul Akbar: Kopi Itu Bagus untuk Kesehatan, Tapi Ada Syaratnya



