25.8 C
Garut
Rabu, Mei 6, 2026

Buy now

Tantangan Berat Produksi Beras Karena Kerusakan Ekosistem

Oleh : Atak Tauhid

Betapa beratnya tantangan untuk memproduksi Beras pada saat sekarang dengan adanya keruksakan Ekosistem.

Variabel apa saja yang akan memproduksi Beras atau Gabah pada saat ini ?

Kalau Produksi Beras/Gabah disimbolkan dengan Notasi Y dan Variabel mempengaruhi Produksi tersebut disimbolkan dengan Notasi : a, b, c, d, e, sp z. Dan Variabel tak terduga ( Anpredictable ) disrimbolkan dengan Notasi € (Epsilon ). Maka dalam bentuk Matematika bisa digambarkan dalam suatu bentuk Persamaan Fungsi Y.

Y = f ( a, b, c, d, e,…..z ) + €

Keterangan :
Y = Produksi Beras/Gabah. Y Variabel tidak bebas.
f = fungsi
Variabel bebas yang menentukan faktor Produksi Y, antara lain :
a = Kesuburan Tanah
b = Bibit Unggul
c = Saprotan
d = Teknologi Panca Usaha Tani
e = Kebijakan Pembangunan Pertanian Pemerintah
z = dll
€ = Perubahan Iklim, Keruksakan Lingkungan/Ekosistim.

Disini penulis akan menyoroti dari dua Variabel, yaitu Variabel bernotasi a = Kesuburan Tanah dan Variabel bernotasi € = Keruksakan Ekosistem

Variabel a = Kesuburan Tanah.
Kesuburan Tanah di Sawah-sawah kita terancam Kesuburanya, kalau ditinjau dari Teori Kesuburan yang harus dipenuhi suatu tanaman ( padi ) untuk tumbuh dalam keadaa Normal/Sehat, supaya Produksi Padi tersebut. Maximal dan Optimal per satuan Luasnya. Maka harus terpenuhinya Unsur-Unsur Hara Makro (N,P, K, Ca, Mg, S) dan Mikro ( Zn, Fe, Bo, Mn, Si ).

Akibat buntut dampak Revolusi Hijau yang sekarang masih berlanjut, maka hasil Penelitian Lembaga Penelitian Tanah Bogor, bahwa kandungan C-Organik rata-rata tanah sawah di Indonesia kurang (<) dari 2 %. Padahal idealnya kandungan C-Organiknyan harus pada interval antara 2 % sd 5 %.

Akibatnya Produksi padi mengalami Stagnan/ tetap dalam produksinya tiap musim bahkan cenderung mengalami penurunan ( Laveling Off ) dari biasa rata-rata 7 ton per hektar menjadi 6 ton per hektar bahkan sp 4 ton per hektarnya.

Ini akibat terlalu seringnya para petani menggunakan Pupuk Kimia/Pabrik seperti : Urea, TSP, KCl, NPK, dll.
Dan mengabaikan penggunaan Pupuk Organik.

Variabel € ( tak terduga )

Serangan Hama dan Penyakit akibat Ruksaknya Ekosistim, Polusi Air, Udara dan Tanah dan Keruksakan Hutan ( Deforesterasy ), menimbulkan ledakan Hama ( belalang, Wereng, Kungkang, Ulat, Cacing Tanah, dll ), Penyakit ( Jamur, Bakteri dan Virus ) dan yang sangat menyakitkan para Petani di Lapangan sekarang, setelah mendekati tanaman padi masa produksi yaitu dari mulia keluar malai dan bulir padi hampir menguning, tiba-tiba serangan Burung yang bergerombol yg memakan bulir-bulir padi yang akan di panen, sehingga faktor hama burung ini yg sulit dikendalikan, akan menurunkan produksi padi secara significan kalau tidak diatasi secara serius oleh para petani.

Serangan Burung-Burung ini yg biasanya hidup dilingkungan yang padat pohonnya untuk berkembang biak, pada saat sekarang yang diakibatkan Ruksaknya hutan-hutan disekitarnya.

Bircunews

Kami Bircunews.com adalah perusahaan media. memberikan informasi berimbang, informatif, edukatif dan berpedoman terhadap undang-undang pers no 40 tahun 1999.Hubungi Kontak Kami untuk Iklan dan Pengaduan Keredaksian di Kontak WA: 082.295.693.903

Bircunewshttp://bircunews.com
Kami Bircunews.com adalah perusahaan media. memberikan informasi berimbang, informatif, edukatif dan berpedoman terhadap undang-undang pers no 40 tahun 1999.Hubungi Kontak Kami untuk Iklan dan Pengaduan Keredaksian di Kontak WA: 082.295.693.903

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -
- Advertisement -

Latest Articles

Bircunews

Kami Bircunews.com adalah perusahaan media. memberikan informasi berimbang, informatif, edukatif dan berpedoman terhadap undang-undang pers no 40 tahun 1999.Hubungi Kontak Kami untuk Iklan dan Pengaduan Keredaksian di Kontak WA: 082.295.693.903