MEDAN – Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) atau Research Institute of Sumatera Planters Association (RISPA) merupakan lembaga plat merah yang konsen menyalamatkan tanah dan sawit di Indonesia.
Hal itu disampaikan Toni Togatorop, mantan Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara yang menjabat periode 2014-2019 melalui pesan Whatsapp (WA) kepada wartawan, Selasa 13 Desember 2022.
Menurut politisi Hanura tersebut, PPKS atau RISPA berdasarkan kajian dan penelitian dan dorongan kepada perkebunan kelapa sawit serta tanaman keras lainnya telah gencar menggunakan pupuk nabati (kompos).
Langkah mempertahankan struktur tanah sekaligus untuk meremajakan, memulihkan dan menggemburkan tanah untuk lahan kebun subur.
“PPKS salahsatu lembaga yang dapat dibaggakan atas riset mereka terhadap unsur kesuburan tanah, sebagai gerakan menyelamatkan bumi. Seperti memaksimalkan penggunaan pupuk organic secara besar besaran untuk perkebunan kelapa sawit,”sebut Toni.
Bahkan, mantan ketua fraksi partai Hanura DPRD Sumut itu juga menyampaikan rasa simpatinya terhadap PPKS.
baca juga: Seluruh Stakeholder Diminta Berperan Turunkan Stunting di Garut
Mendorong agar PPKS dapat terus memaksimalkan progresnya dalam membantu perkebunan sawit di Sumatera Utara. Menjadikan progres organic menjadi pupuk andalan untuk perkebunan sawit dalam menyelamatkan bumi.
“Patut diancungkan jempol progress riset penggunaan pupuk orgsnik menjadi pupuk andalan pada perkebunan sawit. Selain menjaga tingkat kesubuan tanah, juga mampu menyelamatkan bumi dari unsur biologis tanah,”terang Toni.
baca juga: Pemprov Sumut Capai Penerimaan Retribusi TA 2022 Hingga 156,12 Persen
Dirinya berpendapat, jika pengunaan pupuk organik dikesampingkan dan mengedepankan unsur kimia maka dampaknya terjadi kerusakan tanah. Punahnya unsur bilogis tanah dan lingkungan yang telah tercemari, dengan ancaman fatal yang akan dirasakan para generasi penerus bangsa.
“Jangan kita wariskan kepada generasi kita tentang alam yang rusak akibat penggunaan pupuk anorganik atau kimia terhadap ekosistem tanah,”tegas Toni.
“Tanah air yang subur dan permai akan fudar, jika kita tidak dapat menjaga alam secara natural, dalam memenuhi kebutuhn pangan yang bersumber dari organic,”sambung Toni mengakhiri. (ind)
lihat juga:



