GARUT – Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Garut, Nia Gania Karyana, pernah mengalami kejadian mengerikan selama menjabat Kepala Disperindag Garut.
Kejadian mengerikan itu sampai membahayakan nyawanya dan keluarganya.
Nia menceritakan bahwa dirinya pernah mendapatkan ancaman dari beberapa pihak ketika melakukan pembenahan terhadap pasar Samarang.
“ Samarang itu sudah luar biasa konfliknya. Kita sudah masuk ke Polres ke Kejaksaan gitu ya. Untuk menyelesaikan itu bahkan tidak sedikit ancaman-ancaman terhadap saya sendiri,” ujarnya Senin 10 Oktober 2022.
“ Rumah saya sampai pernah dijaga oleh Brimob pak waktu penertiban pasar Samarang,” tambahnya.
Penertiban yang dimaksud Nia itu adalah perihal penataan pasar wisata Samarang. Ada sejumlah pedagang kaki lima yagn berjualan di teras pasar yang tidak semestinya mereka berjualan.
Sebagian pedagang yang berjualan itu adalah mereka yang pindah dari lantai atas karena merasa sepi.
Nah sewaktu Nia dilantik menjadi Kepala Disperindag Garut, Nia pun melakukan pembenahan terhadap pasar di Kabupaten Garut, termasuk pasar Samarang.
“Kan begitu saya dilantik kepala Dinas desember saya melakukan langkah-langkah komunikasi ke 15 pasar. Terus berputar. Terus pas masuk pasar samarang kaget juga karena katanya baru kali ini datang kepala dinas, nah curhat semuanya pedagnag pengelola parkir dan sebagainya,” kata Nia menceritakan pengalamannya.
Parahnya, Nia waktu itu sampai merasa stress akibat ancaman tersebut.
“Jadi awal masuk itu luar biasa stress kita juga sebagai kepala dinas. Karena tidak biasa dengan kondisi pasar yang sebetulnya agak rudet,” kata Nia Gania Karyana.
Oleh karena itu kata Nia, yang terpenting sekarang ini adalah bagaimana menjaga kondusifitas di pasar Samarang dan pasar lainnya. Jika berbicara penegakan hukum memang bisa saja dilakukan, namun tidak semudah itu untuk menyelesaikan permasalahan di pasar.
“ Makanya menyentuh pasar itu tidak boleh asal menyentuh, yang kita jaga kan kondusifitas walaupun mungkin kesalahan saya sebagai kepala dinas yang mengelola pasar masih ada karena pengelolaannya belum selesai pasar Samrang itu,” tutup Nia.(gilang)



