25.2 C
Garut
Selasa, Juni 18, 2024

Waspadalah dalam Merentalkan Mobil, Pengusaha Tasikmalaya Ini 5 Mobilnya Digadaikan Konsumen

TASIKMALAYA – Dalam setiap usaha tentu ada risiko. Termasuk dalam usaha rental mobil juga memiliki risiko cukup besar.

Kendati demikian keuntungan yang didapat dari usaha rental mobil tidaklah sedikit. Jika kita mampu mengaturnya dengan benar, maka keuntungan yang akan didapat bisa sangat menjanjikan.

Seorang pengusaha rendal mobil di Bojong Limus, Kelurahan Lingga Jaya Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya ini pernah merasakan manis pahitnya usaha rental mobil.

Haji Wawan Permana merupakan pengusaha sukses di bidang rental mobil. Sekarang dia sudah mempunyai 30 unit mobil dari usaha tersebut.

Kendati demikian, ia baru-baru ini mengalami hal buruk. 5 mobilnya digadaikan konsumen dan sekarang masih diproses kepolisian.

Haji Wawan sendiri sudah sepuluh tahun merintis usaha rental mobil dan sampai sekarang dia tetap eksis di usaha tersebut.

” Tapi risiko dalam rental ini harus hati-hati dalam memberikan ke konsumen, harus dicek dulu identitas yang jelas,” ujarnya.

baca juga: Kades Sukabakti Akan Rutinkan Pengajian, Tujuannya Agar Warga Menjadi Religius

” Sekarang banyak modus mobil rental digadaikan. Sebulan ke belakang saya juga meski sudah berhati-hati namanya musibah siapa yang tahu. Mobil saya digadaikan 5 unit oleh konsumen,” ujarnya.

baca juga: Bhakti Kencana Cup 2024, Tim Putri SMPN 1 Cilawu dan Tim Putra SMPN 2 Cisurupan Raih Juara 1

” Alhamdulillah sekarang kasus ini sudah ditangani oleh pihak kepolisian. Bagi semua konsumen yang ingin merental harus taat peraturan berlalu lintas,” katanya.

” Semenjak kejadian ini saya lebih waspada memberikan mobil rental kepada konsumen,” sambungnya. (Hendra)

Gilang Candra

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Bircunews

Bircunews.com merupakan perusahaan media. Bircunews.com hadir untuk memberikan informasi yang berimbang, informatif, edukatif, yang sesuai dengan pedoman undang-undang pers no 40 tahun 1999.