GARUT – SMPN 2 Samarang, Kabupaten Garut, menggelar khitanan massal di komplek sekolah Desa Sukakarya, Kecamatan Samarang Sabtu 12 November 2022.
khitanan massal ini tentunya dalam rangka menjalankan perintah agama sekaligus untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan di kalangan pelajar.
Khitanan massal ini bekerjasama dengan klinik Pratama Cisanca Tarogong, Garut. Kurang lebih sebanyak 23 peserta dari Kecamatan Samarang yang mengikuti khitanan massal ini.
Diantaranya dari Desa Sukakarya, Desa Sukarasa, Desa Sukalaksana dan Luar Kecamatan Lainnya.
Wakil Kepala Sekolah SMPN 2 Samarang, Rana Mardiana mengatakan, kegiatan Khitanan Massal ini merupakan salah satu program tahunan yang dilaksanakan oleh Sekolah.
“Tujuan dari kegiatan ini adalah sebagai bentuk kepedulian dan perhatian serta membantu meringankan beban orang tua dalam melaksanakan khitanan bagi anaknya,” ungkapnya.
“Ada 23 anak yang dikhitan, dan gratis, tidak ada biaya sama sekali.karena semua biaya sudah ditanggung oleh anak didik. Dimana mereka (anak didik) setiap harinya dengan rutin menyisihkan uang jajannya sejumlah Rp 500,” ungkapnya.
BACA JUGA: Danramil Malangbong Mengajak Gunakan Energi Lebih Kuat untuk Pembangunan, di Momen Hari Pahlawan
BACA JUGA: Pengelola Birci Journal Tak Terima Pencabutan Akreditasi oleh Dikti yang Diduga Tidak Sesuai
Sementara Istri Wakil Bupati Garut, dr. Hani Firdiani menjelaskan, dalam khitanan massal ini dirinya mengapresiasi Karena biaya ditanggung oleh donatur yang mayoritas dari kalangan para siswa SMPN 2 Samarang.
Dimana para siswa setiap harinya rutin menyisihkan uang jajannya sebesar Rp500 sehingga terkumpul biaya sebesar Rp40 juta.
“Semoga kedepannya siswa siswi SMPN 2 Samarang ini terbiasa untuk berinfak agar bisa memberikan kebaikan terhadap orang lain,” ujarnya. (jenal/gilang).
BACA JUGA: Wakil Bupati Garut Ajak Masyarakat Meneladani Kiprah dan Perjuangan para Pahlawan
BACA JUGA: Mall Pelayanan Publik Ditargetkan Launching Juli 2023
BACA JUGA: Kades Panembong Menilai Jika Masa Jabatan Kades 9 Tahun Visi Misi Akan Tuntas
BACA JUGA: Penyuluh Pertanian Garut Sebut Kartu Tani Untuk Melindungi Kebocoran Subsidi Pupuk



