GARUT – Sungguh keterlaluan. Oknum RT di Desa Mekargalih, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut berani memotong bantuan langsung tunai (BLT) BBM.
BLT BBM yang semestinya untuk membantu warga miskin dari dampak kenaikan BBM, justru dimanfaatkan oleh oknum RT tersebut.
Kasus pemotongan BLT BBM ini terbongkar setelah banyaknya pengaduan yang diterima oleh Ketua LPM Desa Mekargalih, ustadz Buddy Oconk.
Buddy yang mendapatkan laporan tersebut langsung melakukan investigasi ke lapangan. Buddy menanya langsung KPM (keluarga penerima manfaat) dan juga menanyakan langsung kepada oknum RT tersebut.
Hasilnya, memang benar, bahwa oknum RT itu mengakui dia telah memotong bantuan dari pemerintah pusat itu.
Yang membuat Buddy lebih kesal lagi, oknum RT itu berani menjual nama pemerintah desa Mekargalih. Dikatakan bahwa uang hasil pemotongan itu untuk diberikan kepada Kasi Kesra Desa Mekargalih.
Padahal setelah ditelusuri langsung ke Kasi Kesra, hal itu tidak benar. Tidak ada uang sepeserpun yang diterima dari oknum RT tersebut. Bahkan pemerintah desa tidak tahu menahu soal pemotongan itu.
” Saya pribadi geram dan marah kepada oknum RT yang sudah mengintervensi kepada KPM,” tegas Buddy.
” Tidak ada sepeser pun yang diterima kesra atau perangkat desa lain. Jadi pemotongan ini murni untuk kepentingan oknum RT tersebut,” jels Buddy yang juga Ketua DPC LPM Kecamatan Tarogong Kidul ini.
Parahnya lagi kata Buddy, oknum RT tersebut memotong BLT BBM rata-rata kisaran Rp100 ribu per KPM. Padahal BLT BBM yang diterima KPM per bulannya hanya Rp150 ribu. Dengan begitu oknum RT itu menerima uang lebih besar ketimbang BLT BBM yang diterima KPM.
” Tadinya saya akan buat laporan polisi perihal pemotongan ini. Namun untuk kali ini saya kasih kesempatan. Namun jika sekali lagi terulang maka kita akan laporkan,” ujar Buddy yang juga menjabat Pengurus DPD LPM kabupaten Garut Kepala Divisi Advokasi, Monev,investigasi dan Hukum. (gilang)



