HEPATITIS akut sebetulnya merupakan penyakit yang cukup umum ditemui di seluruh dunia, termasuk di negara Indonesia. Kadang kala gejala dari hepatitis akut ini tidak terdeteksi sehingga sering terabaikan.
Melansir dari Alodokter, Hepatitis adalah penyakit peradangan dan kelainan pada organ hati yang menyebabkan terganggunya fungsi hati.
Berdasarkan lamanya peradangan terjadi, hepatitis ini dapat dibagi menjadi dua jenis yaitu hepatitis akut dan hepatitis kronis.
Hepatitis akut digunakan untuk hepatitis yang sembuh dalam waktu kurang dari 6 bulan. Namun bila peradangan terjadi lebih dari 6 bulan maka hepatitis ini tergolong kronis. Sehingga bisa saja kemudian hepatitis menimbulkan penyakit lainnya seperti sirosis, kanker hati, gagal hati bahkan kematian.
Lantas apa penyebab hepatitis akut?
Penyebab Hepatitis Akut dan Cara Penularannya
Hepatitis akut bisa disebabkan beberapa hal, namun pada umumnya hepatitis terjadi akibat adanya infeksi virus.
Diantara virus yang menyebabkan hepatitis akut digolongkan menjadi lima jenis yaitu virus hepatitis A, B, C, D dan E.
Kelima jenis hepatitis di atas bisa menyebabkan hepatitis akut. Dan biasanya untuk Hepatitis A dan E yang akut bisa sembuh total dalam waktu kurang dari 6 bulan. Sementara itu, hepatitis B, C, dan D biasanya berkembang menjadi hepatitis kronis, bahkan bisa menyebabkan komplikasi.
Selain penyebab virus, hepatitis rupanya juga bisa disebabkan oleh faktor lain. Misalnya adalah kerusakan hati akibat konsumsi alkohol. Kondisi ini disebut dengan hepatitis alkoholik dan biasanya dicirikan dengan mual, rasa tidak enak badan dan demam ringan.
Peradangan pada hati yang diakibatkan karena banyak konsumsi alkohol ini dapat berkembang menjadi siriosis.Oleh karena itu penderita hepatitis jenis ini hendaknya berhenti mengonsumsi alkohol.
Selain disebabkan oleh virus, hepatitis juga bisa terjadi karena adanya kerusakan pada jaringan hati akibat kecanduan alkohol. Kondisi ini disebut dengan hepatitis alkoholik, dan biasanya ditandai dengan mual, rasa tidak enak badan, dan demam ringan.
Peradangan hati akibat terlalu banyak mengonsumsi minuman beralkohol ini dapat berkembang menjadi sirosis apabila penderita tetap mengonsumsi alkohol. Oleh karena itu, penderita hepatitis alkoholik harus segera menghentikan kebiasaan buruk tersebut.
Kemudian penyebab lain hepatitis juga bisa dari konsumsi obat-obatan. Karena konsumsi obat-obatan tertentu dalam dosis yang berlebihan juga dapat menyebabkan organ hati mengalami peradangan.
Contoh obat-obatan yang bisa menyebabkan peradangan hati antara lain paracetamol, aspirin, obat golongan sulfa, dan obat-obatan herbal.
Meskipun jarang terjadi, hepatitis akibat konsumsi obat-obatan tidak boleh dianggap remeh karena bisa berujung pada gagal hati.
Kemudian faktor lainnya juga bisa disebabkan karena Perlemakan hati.
Hepatitis yang disebabkan oleh perlemakan hati disebut dengan non-alcoholic steatosis hepatitis.
Akibat dari penumpukan lemak di organ hati menyebabkan berat badan berlebih dan menyebabkan peradangan, sehingga hati tidak dapat berfungsi dengan optimal. Kondisi ini biasanya tidak bergejala dan dapat membaik dengan menurunkan berat badan.
Selanjutnya penyebab lain dari hepatitis juga bisa disebabkan respon autoimun. Sebagian kecil hepatitis akut juga dapat terjadi akibat sistem imun tubuh yang menyerang dan merusak sel dan jaringan tubuh sendiri. Kondisi tersebut dinamakan dengan hepatitis autoimun.
BACA JUGA: KOPI Garut Menyayangkan Adanya Keterlambatan Pembayaran Insentif Perawat di RSUD dr. Slamet Garut
Selain penyebab di atas, sebagian kecil hepatitis akut juga dapat terjadi akibat sistem imun tubuh yang menyerang dan merusak sel dan jaringan tubuh sendiri. Kondisi ini disebut dengan hepatitis autoimun.(*)
BACA JUGA: Dijanjikan Minyak Goreng Murah, Warga Desa Salakuray Garut Kena Tipu
BACA JUGA: Perawat di RSUD dr. Slamet Garut Pertanyakan Uang Insentif yang Terlambat Diberikan



