Penulis: Ustadz Hendra Siregar SH.I
- Direktur Kantor Law Office Aksara of Justice
- Pengasuh Islamic Boarding School Dhinukum Zholtan
- Penceramah
MEDAN – Menjelang pilkada serentak 2024 mendatang, banyak isu politik yang di hadapkan dengan masyarakat, untuk menilai siapakah yang layak untuk maju mencalonkan diri sebagai calon gubernur terkhusus di provinsi Sumatra Utara, demikian halnya para calon juga mulai mempersiapkan perahu mana yang akan bersedia membawa nya untuk berlayar dalam pesta demokrasi pilkada mendatang, tak ketinggalan, para partai politik pun juga mulai meneropong siapa sosok yang di anggap ideal untuk menjadi calon gubernur yang mereka usung.
sebagai rakyat kita harus pintar, teliti dan jeli dalam memilih dan menentukan sikap siapakah menurut kita yang terbaik di antara yang terbaik untuk memimpin provinsi kita masing-masing khususnya wilayah Sumatra Utara.
Penulis akan menceritakan sosok pemimpin yang amanah dan peduli terhadap rakyatnya, agar menjadi acuan bagi masyarakat dalam memilih dan menentukan sikap siapakah yang layak untuk memimpin provinsi yang kita cintai ini.
Sebagaimana diriwayatkan bahwa sahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam yang bernama Umar Bin Khattab ketika di angkat menjadi Khalifah ( pemimpin) beliau sendirilah yang turun langsung ke lapangan melihat keadaan rakyatnya dengan cara menyamar dan ketika Umar melihat ada rakyatnya yang kelaparan maka Umar sendiri jugalah yang mengangkat sekarung gandum di bahunya untuk diberikan kepada rakyatnya yang menderita kelaparan, tanpa memberitahukan identitasnya.
Pemimpin yang berperilaku seperti inilah yang mestinya kita pilih, pemimpin yang peduli dengan rakyatnya bukan yang peduli demi kepentingan pribadi dan keluarganya.
Harapan penulis janganlah memilih calon pemimpin yang terlalu banyak memberikan angin surga dengan 1001 janji. Karena salah dalam memilih calon pemimpin maka resikonya kita sendiri yang akan menanggung akibatnya.
Di zaman sekarang mencari pemimpin seperti itu bagaikan mencari jarum di tumpukan jerami, walaupun demikian tetapi bukanlah suatu hal yang mustahil, karena calon pemimpin seperti itu tentu masih ada walaupun belum bisa eksis tampil ke permukaan hanya karena ketiadaan dukungan parpol, dukungan ormas serta dukungan finansial sebagai ongkos demokrasi yang jumlahnya tidak sedikit.
Di akhir tulisan singkat ini penulis mengajak kepada segenap rakyat Indonesia yang akan memberikan hak suara dalam proses pilkada 2024 mendatang , agar memilih calon pemimpin yang berkarakter dan berhati nurani yang peduli dengan kepentingan dan kesejahteraan rakyat, bukan pemimpin yang otoriter dan anti kritik, parahnya tidak peduli dengan kepentingan dan kesejahteraan rakyat.**
baca juga: Salam yang Diucapkan di Ruang Publik Tak Wakili Agama Tertentu



