28.9 C
Garut
Kamis, Oktober 1, 2026

Buy now

Dari Buta Aksara Menuju Bangku Belajar: Ikhtiar Membuka Jalan Masa Depan Nazwa

GARUT – Harapan untuk kembali belajar akhirnya menemukan jalan bagi Nazwa, seorang anak yang tinggal bersama neneknya di Kampung Nyalindung RW 11, Desa Tanjungkarya, Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut.

Kamis, 1 Oktober 2026, Anggota DPRD Kabupaten Garut dari Fraksi PDI Perjuangan, Yudha Puja Turnawan, mengunjungi kediaman Nazwa. Kunjungan tersebut bukan sekadar untuk melihat kondisi Nazwa secara langsung, tetapi juga memastikan adanya dukungan agar anak tersebut kembali memiliki kesempatan untuk belajar dan menatap masa depan dengan lebih baik.

Dalam kunjungannya, Yudha memberikan semangat kepada Nazwa dan keluarganya sekaligus menyerahkan santunan berupa uang tunai sebagai bekal untuk mendukung kebutuhan Nazwa.

Kisah Nazwa sebelumnya diketahui Yudha ketika mereka bertemu di salah satu redaksi media di Garut. Saat itu, Yudha mengetahui bahwa Nazwa belum mampu membaca dan menulis.

Menurut Yudha, persoalan yang dihadapi Nazwa bukanlah kasus yang berdiri sendiri. Masih terdapat banyak warga Garut yang mengalami persoalan serupa.

“Kemarin saya ketemu Adik Nazwa di salah satu redaksi di Garut, di mana tidak bisa membaca dan menulis. Kemarin kita bertemu dengan Forum PKBM bersama Bapak Sekjennya, Bapak Agus Yuniantoro, dengan Sekdis Dinas Pendidikan. Memang fenomena buta aksara ini banyak di Kabupaten Garut. Ada puluhan ribu orang yang berusia di atas 10 tahun tetapi belum melek huruf, dalam arti tidak bisa membaca dan menulis,” ujar Yudha.

Dari pertemuan tersebut, upaya mencari solusi bagi Nazwa kemudian dilakukan bersama Dinas Pendidikan Kabupaten Garut dan Forum Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).

Hasilnya, Nazwa akan diarahkan untuk mengikuti pendidikan di PKBM Fauzi Huda, yang berada di Kampung Cibulakan, Desa Tanjunganom, Kecamatan Samarang. Lokasi tersebut dipilih karena menjadi salah satu PKBM yang paling dekat dengan tempat tinggal Nazwa dan berbatasan langsung dengan Desa Tanjungkarya.

“Alhamdulillah sudah ada solusi. Kemarin kita bertemu dengan Disdik Garut dan dari Forum PKBM. Adinda Nazwa yang tinggal dengan neneknya di Kampung Nyalindung RW 11, Desa Tanjungkarya, Kecamatan Samarang, oleh Forum PKBM akan diarahkan bersekolah di PKBM Fauzi Huda di Kampung Cibulakan, Desa Tanjunganom, Kecamatan Samarang,” kata Yudha.

Namun, persoalan berikutnya bukan sekadar menyediakan tempat belajar. Jarak dan keterbatasan sarana transportasi juga menjadi tantangan bagi Nazwa dan neneknya. Sang nenek tidak memiliki kendaraan maupun telepon seluler yang dapat digunakan untuk menunjang kebutuhan komunikasi.

Karena itu, Yudha meminta Pemerintah Desa Tanjungkarya ikut mengambil peran dengan membantu mengantar Nazwa menuju tempat belajar. Ia juga berharap kepedulian datang dari lingkungan sekitar.

“Saya meminta kepada Pemerintah Tanjungkarya untuk bisa mengantar Adik Nazwa karena tidak memiliki kendaraan, neneknya juga tidak memiliki handphone. Ini merupakan tanggung jawab kita semua. Semoga tetangga terdekat juga bisa mengantar,” ujarnya.

Bagi Yudha, pendidikan Nazwa bukan hanya tentang kemampuan membaca dan menulis. Lebih jauh, pendidikan merupakan pintu untuk membuka kesempatan hidup yang lebih luas.

Melalui PKBM, Nazwa diharapkan dapat mengikuti pendidikan kesetaraan hingga memperoleh ijazah Paket A, Paket B, dan Paket C. Dengan bekal pendidikan tersebut, peluang Nazwa untuk melanjutkan kehidupan dan mendapatkan pekerjaan di masa depan diharapkan menjadi lebih terbuka.

“Sehingga Adik Nazwa ini bisa mendapatkan ijazah Paket A, B, C dan ke depannya Ananda Nazwa bisa bekerja. Peluang bekerjanya lebih terbuka kalau mengikuti kegiatan belajar masyarakat. Ini harus menjadi komitmen kita semua,” kata Yudha.

Kisah Nazwa sekaligus menjadi pengingat bahwa persoalan pendidikan tidak selalu selesai hanya dengan menyediakan sekolah. Ada anak-anak yang membutuhkan lebih dari sekadar ruang kelas: mereka membutuhkan seseorang yang mau mengantarkan, keluarga yang terus memberi semangat, tetangga yang peduli, serta pemerintah yang hadir mencari jalan keluar.

Karena itu, Yudha mengajak masyarakat Garut untuk tidak menutup mata apabila menemukan anak maupun warga di lingkungan sekitar yang masih mengalami buta huruf atau putus sekolah.

“Kepada masyarakat Garut, kalau menemukan tetangga atau kerabat yang buta huruf dan buta aksara, segera koordinasi dengan PKBM terdekat, pemerintah desa, termasuk dengan anggota DPRD atau Dinas Pendidikan untuk dicari solusinya. Insyaallah kalau ada ikhtiar akan ada solusi. Tinggal nanti ada kemauan dari Ananda Nazwa, dia mau belajar,” tutur Yudha.

Kini, jalan menuju pendidikan itu telah mulai terbuka bagi Nazwa. Langkah berikutnya adalah memastikan ia benar-benar sampai ke tempat belajar, bertahan dalam prosesnya, dan terus mendapatkan dukungan.

Sebab, satu anak yang kembali belajar bukan hanya tentang mengejar kemampuan membaca dan menulis. Di baliknya ada sebuah kesempatan untuk mengubah masa depan.

Dan bagi Nazwa, kesempatan itu kini sedang mengetuk pintu.

Bircunews

Kami Bircunews.com adalah perusahaan media. memberikan informasi berimbang, informatif, edukatif dan berpedoman terhadap undang-undang pers no 40 tahun 1999.Hubungi Kontak Kami untuk Iklan dan Pengaduan Keredaksian di Kontak WA: 082.295.693.903

Bircunewshttp://bircunews.com
Kami Bircunews.com adalah perusahaan media. memberikan informasi berimbang, informatif, edukatif dan berpedoman terhadap undang-undang pers no 40 tahun 1999.Hubungi Kontak Kami untuk Iklan dan Pengaduan Keredaksian di Kontak WA: 082.295.693.903

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -
- Advertisement -

Latest Articles

Bircunews

Kami Bircunews.com adalah perusahaan media. memberikan informasi berimbang, informatif, edukatif dan berpedoman terhadap undang-undang pers no 40 tahun 1999.Hubungi Kontak Kami untuk Iklan dan Pengaduan Keredaksian di Kontak WA: 082.295.693.903