GARUT – Usianya masih belia, namun semangatnya menembus batas. Di tengah kesibukannya sebagai pelajar kelas IX SMP Negeri 1 Garut, Ananda Chila Callista Putri berhasil mengukir prestasi membanggakan dengan meraih Juara I Kelas Tunggal TKS Pra Remaja Pemula pada Bandung Open Tournament Pencak Silat Tingkat Nasional 2026.
Prestasi tersebut bukan sekadar sebuah medali atau piagam penghargaan. Bagi Chila, kemenangan itu menjadi bukti bahwa ketekunan, disiplin, keberanian dan kecintaan terhadap pencak silat mampu mengantarkan seorang pelajar untuk berdiri sejajar dengan pesilat dari berbagai daerah, bahkan dari sejumlah negara.
Bandung Open Tournament Pencak Silat Tingkat Nasional 2026 yang berlangsung pada 26–30 Agustus 2026 di Bandung, Jawa Barat, diikuti peserta dari berbagai daerah di Indonesia serta sejumlah negara, di antaranya Kazakhstan, Malaysia dan Uzbekistan.
Di tengah persaingan yang tidak mudah tersebut, Chila yang membawa nama Paguron Sinar Pusaka Putra Padjadjaran Kabupaten Garut mampu tampil meyakinkan hingga keluar sebagai juara pertama.
Namanya pun tercatat dalam Piagam Penghargaan Pemula Nomor 002-sert/IPSI-KT.BDG/V/2026 sebagai Juara I Kelas Tunggal TKS Pra Remaja Pemula.
Kemenangan Chila menjadi semakin istimewa karena diraih ketika dirinya masih menjalani pendidikan sebagai siswi kelas IX SMPN 1 Garut. Ia membuktikan bahwa dunia pendidikan dan prestasi olahraga bukanlah dua jalan yang harus dipilih salah satunya.
Justru keduanya dapat berjalan beriringan ketika seorang anak mendapatkan dukungan, kedisiplinan dan kesempatan untuk mengembangkan potensi yang dimilikinya.
Di balik keberhasilan Chila, terdapat proses panjang yang tidak selalu terlihat di atas arena. Latihan berulang, menjaga konsistensi, mengasah teknik, membangun mental bertanding hingga keberanian tampil di hadapan lawan menjadi bagian dari perjalanan yang akhirnya berbuah prestasi.
Keberhasilan ini juga menjadi kebanggaan bagi keluarga, termasuk sang ayah, Serda Dwi Ari P, anggota Kodim 0611/Garut. Dukungan keluarga menjadi salah satu kekuatan penting bagi Chila dalam menekuni pencak silat sekaligus menjalankan kewajibannya sebagai seorang pelajar.
Bagi Garut, prestasi Chila menjadi kabar baik bagi pembinaan generasi muda. Pencak silat tidak hanya mengajarkan kemampuan bertanding, tetapi juga membentuk karakter melalui disiplin, ketekunan, sportivitas dan rasa percaya diri.
Lebih dari itu, pencapaian Chila menunjukkan bahwa talenta-talenta muda dari Garut memiliki kemampuan untuk bersaing di panggung yang lebih luas.
Apalagi Bandung Open Tournament 2026 bukan sekadar kompetisi tingkat daerah. Kehadiran peserta dari berbagai wilayah dan negara membuat kejuaraan tersebut menjadi ruang pembuktian bagi para pesilat muda untuk menguji kemampuan sekaligus menambah pengalaman bertanding.
Chila telah melewati ruang pembuktian itu dengan sebuah prestasi: berdiri sebagai juara pertama.
Piagam yang diterimanya memang hanya selembar kertas. Namun di balik lembar tersebut tersimpan cerita tentang latihan, perjuangan, dukungan keluarga, keteguhan hati dan keberanian seorang pelajar Garut untuk mengejar prestasi.
Hari ini, nama Chila Callista Putri mungkin baru dikenal dari sebuah podium kejuaraan. Tetapi prestasi yang diraihnya dapat menjadi awal dari perjalanan yang jauh lebih panjang.
Dari arena pencak silat, ia membawa pesan sederhana namun kuat: usia muda bukan alasan untuk menunda prestasi. Dengan kerja keras dan kesempatan yang tepat, anak-anak Garut pun mampu mengibarkan nama daerahnya hingga ke tingkat nasional, bahkan bersaing dengan dunia.
Prestasi Chila sekaligus menjadi pengingat bahwa pembinaan generasi muda harus terus mendapat ruang. Sebab, dari tangan anak-anak seperti Chila, masa depan olahraga dan kebanggaan Garut sedang ditempa—satu latihan, satu pertandingan, dan satu kemenangan pada satu waktu.(Gilang)



