26.8 C
Garut
Sabtu, Agustus 15, 2026

Buy now

Universitas Tanri Abeng Wisuda 237 Lulusan, Cetak Generasi Muda Jadi Technopreneur dan Pemimpin Masa Depan

JAKARTA — Universitas Tanri Abeng (TAU) meluluskan sebanyak 237 wisudawan dari berbagai program studi sarjana dan magister dalam prosesi Wisuda Ke-XI yang digelar di Jakarta, Sabtu (15/8/2026). Mengusung tema “Leading Future Excellence through Technopreneurship and Sustainability”, wisuda tahun ini menjadi momentum penting untuk menegaskan peran lulusan sebagai generasi yang tidak hanya siap memasuki dunia kerja, tetapi juga mampu menjadi pemimpin, inovator, dan pencipta lapangan pekerjaan di tengah transformasi Indonesia.

Sebanyak 237 wisudawan berasal dari Program Studi Ilmu Administrasi Bisnis, Manajemen, Sistem Informasi, Teknik Informatika, Akuntansi, Arsitektur, Ilmu Komunikasi, Teknik Perminyakan, Teknik Sipil, serta Magister Administrasi Bisnis. Para lulusan dibekali kompetensi akademik, semangat technopreneurship, kepemimpinan, inovasi, dan kepedulian terhadap keberlanjutan sebagai bekal menghadapi perubahan dunia yang semakin cepat. Prosesi tersebut turut dihadiri Perwakilan Gubernur DKI Jakarta Prof. Ir. Firdaus Ali, M.Sc., Ph.D., Kepala LLDIKTI Wilayah III Dr. Henri Togar Hasiholan Tambunan, SE., MA., para pembina Yayasan Pendidikan Anakkukang Emil Abeng dan Edwin Abeng, Ketua Yayasan Ridwan Rasyul, serta jajaran pimpinan universitas dan yayasan pendiri.

Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria yang hadir sebagai pembicara kunci menyampaikan tiga pesan penting kepada para wisudawan, yakni Future Mindset, Learning Agility, dan Grit. Ia menekankan bahwa perubahan teknologi dan dunia kerja menuntut generasi muda untuk memiliki kemampuan beradaptasi serta kemauan belajar sepanjang hayat. Arif juga memaparkan perkembangan Indeks Inovasi Global (GII) Indonesia yang meningkat dari peringkat 85 pada 2020 menjadi 55 pada 2025, dengan target mencapai peringkat 49 pada 2029 sesuai RPJMN.

Menurut Arif, inovasi memiliki korelasi positif dengan peningkatan PDB per kapita dan harus menjadi salah satu lokomotif pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Di tengah pesatnya perkembangan keterampilan digital seperti cloud computing, artificial intelligence (AI), dan data science, persaingan masa depan tidak lagi hanya ditentukan oleh pengetahuan, tetapi juga kreativitas, imajinasi, kemampuan belajar mandiri, karakter, dan integritas. Mengutip Albert Einstein, Arif mengingatkan, “Sekali Anda berhenti belajar, Anda mulai mati,” sebelum menutup pesannya dengan kalimat, “Inspirasi bisa dengan kata-kata, tapi lebih baik dengan karya.”

Pesan mengenai pentingnya menciptakan peluang juga disampaikan Hj. Himmatul Aliyah, S.Sos., M.Si. Dalam sambutannya, ia menyoroti keselarasan tema wisuda dengan agenda transformasi nasional dan menegaskan bahwa Indonesia membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya mencari pekerjaan, tetapi juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan. Peluang tersebut terbuka melalui berbagai program pembangunan, termasuk 13 proyek hilirisasi nasional tahap II senilai Rp116 triliun, komitmen bisnis dari kunjungan Presiden ke Jepang dan Korea sebesar Rp575 triliun, serta target pengoperasian 30.000 koperasi desa/kelurahan pada akhir 2026. “Jangan hanya menjadi job seeker, jadilah job creator,” tegasnya, seraya menyampaikan adanya Program Magang Nasional dengan 150.000 kesempatan bagi lulusan perguruan tinggi pada Agustus 2026.

Dalam orasi ilmiahnya, Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Fauzan Adziman menegaskan bahwa Indonesia berada pada titik kritis untuk menjadi negara maju sebelum bonus demografi berakhir pada 2030. Untuk mencapai target Indonesia Emas 2045, pertumbuhan ekonomi perlu ditingkatkan dari sekitar 4,9 persen menjadi 5,4–5,5 persen per tahun. Menurut Fauzan, selisih pertumbuhan tersebut hanya dapat ditutup melalui inovasi, penguatan riset, dan pemanfaatan ilmu pengetahuan sebagai fondasi pembangunan ekonomi.

Fauzan juga menyoroti perubahan besar dalam pasar kerja global yang dipengaruhi perkembangan teknologi. Sebanyak 170 juta pekerjaan baru diproyeksikan muncul, sementara sekitar 92 juta pekerjaan lama berpotensi hilang. Kondisi tersebut, menurutnya, memperkuat kebutuhan Indonesia untuk membangun technopreneurship berbasis deep tech, memperkuat talenta riset, serta membangun jaringan inovasi global. Ia mengajak para wisudawan untuk beralih dari sekadar “kerja keras” menuju “kerja cerdas” berbasis ilmu pengetahuan dan menjadi pemimpin yang mampu mengubah gagasan menjadi solusi nyata yang memberikan dampak bagi masyarakat dan dunia.

Sementara itu, Rektor Universitas Tanri Abeng, Associate Prof. Dr. Suyanto, SE., S.Pd.I., MM., M.Ak., Ak., CA., menegaskan bahwa technopreneurship dan sustainability merupakan dua pilar utama yang akan menopang langkah para lulusan dalam menghadapi dunia yang terus berubah. Mengacu pada konsep Industry 5.0 yang berciri human-centric, resilient, dan sustainable, ia mengingatkan bahwa kemajuan teknologi seperti kecerdasan buatan dan otomatisasi harus berjalan seiring dengan tanggung jawab terhadap manusia dan lingkungan.

“Keunggulan masa depan lahir dari mereka yang mampu menyatukan keberanian mencipta dengan tanggung jawab moral menjaga kelestarian. Setiap inovasi harus membawa dampak baik bagi keuntungan, manusia, dan lingkungan—inilah esensi dari triple bottom line yang harus dipegang teguh,” ujar Suyanto.

Ia menambahkan bahwa kepemimpinan sejati tidak cukup hanya dengan kemampuan membaca data dan menguasai teknologi, tetapi juga membutuhkan empati agar kemajuan dapat dirasakan oleh semua lapisan masyarakat.

Rangkaian Wisuda Ke-XI Universitas Tanri Abeng turut dimeriahkan penampilan spesial Rani Zamala, penyanyi yang dikenal melalui ajang D’Academy 3 sebagai Top 4 dan Runner Up D’Academy Asia 2. Kehadiran Rani menjadi semakin istimewa karena ia merupakan mahasiswa Program Sarjana Batch 15 Jurusan Ilmu Komunikasi TAU. Perjalanannya menjadi gambaran bahwa pendidikan, kreativitas, dan dunia profesional dapat berjalan beriringan serta saling memperkuat dalam membangun masa depan.

Wisuda Ke-XI Universitas Tanri Abeng pada akhirnya bukan sekadar seremoni pelepasan 237 lulusan, melainkan menjadi momentum untuk menegaskan peran generasi muda dalam menghadapi transformasi nasional dan perubahan global. Dengan bekal ilmu pengetahuan, teknologi, kreativitas, karakter, integritas, semangat technopreneurship, serta kepedulian terhadap keberlanjutan, para alumni TAU diharapkan mampu menjadi penggerak perubahan, menciptakan lapangan pekerjaan, menghasilkan inovasi, dan menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat. Semangat tersebut menjadi bagian dari kontribusi Universitas Tanri Abeng dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang mampu membawa Indonesia menuju Indonesia Emas 2045 yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing global.

Bircunews

Kami Bircunews.com adalah perusahaan media. memberikan informasi berimbang, informatif, edukatif dan berpedoman terhadap undang-undang pers no 40 tahun 1999.Hubungi Kontak Kami untuk Iklan dan Pengaduan Keredaksian di Kontak WA: 082.295.693.903

Bircunewshttp://bircunews.com
Kami Bircunews.com adalah perusahaan media. memberikan informasi berimbang, informatif, edukatif dan berpedoman terhadap undang-undang pers no 40 tahun 1999.Hubungi Kontak Kami untuk Iklan dan Pengaduan Keredaksian di Kontak WA: 082.295.693.903

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -
- Advertisement -

Latest Articles

Bircunews

Kami Bircunews.com adalah perusahaan media. memberikan informasi berimbang, informatif, edukatif dan berpedoman terhadap undang-undang pers no 40 tahun 1999.Hubungi Kontak Kami untuk Iklan dan Pengaduan Keredaksian di Kontak WA: 082.295.693.903