28.9 C
Garut
Kamis, Oktober 1, 2026

Buy now

Anggota DPRD Garut Yudha Puja Turnawan Tertegun Melihat Rumah Yuliani Nyaris Roboh

GARUT – Di sebuah rumah sederhana di Kampung Babakan Nyalindung, Desa Tanjungkarya, Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut, rasa aman seolah menjadi sesuatu yang mahal bagi Yuliani dan anaknya.

Rumah yang semestinya menjadi tempat berlindung itu kini justru menyimpan kecemasan. Lantai papan telah lapuk. Sebagiannya bahkan sudah ambruk. Tiang-tiang kayu yang menopang bangunan pun banyak yang patah.

Di rumah itulah Yuliani dan anaknya menjalani hari-hari mereka.

Kondisinya bukan sekadar tidak layak huni. Rumah tersebut sudah berada dalam kondisi yang mengkhawatirkan dan sewaktu-waktu dapat membahayakan keselamatan penghuninya, terutama ketika hujan deras datang.

Kondisi memprihatinkan itu terlihat langsung saat Anggota DPRD Kabupaten Garut dari Fraksi PDI Perjuangan, Yudha Puja Turnawan, mengunjungi rumah Yuliani di Kampung Babakan Nyalindung RT 04 RW 11, Kamis, 1 Oktober 2026.

Yudha datang bersama Tagana Dinas Sosial, pendamping sosial, serta perangkat Desa Tanjungkarya. Dalam kunjungan tersebut, ia membawa bantuan sembako dan santunan uang tunai dari pribadinya.

Namun, apa yang dilihatnya di dalam rumah membuat keprihatinannya semakin dalam.

“Rumah ini sangat tidak layak huni. Lantai papannya sudah sangat membahayakan. Tadi saya masuk ke dalam, ada bagian lantai papan yang sudah ambruk dan tiang kayu juga banyak yang patah,” ujar Yudha.

Bayangkan, tempat yang seharusnya menjadi ruang paling aman bagi sebuah keluarga justru menyimpan ancaman setiap saat.

Ketika hujan turun deras, kekhawatiran itu tentu semakin besar. Sebab, kayu-kayu penyangga di bagian atas rumah telah banyak yang patah, sementara lantainya sudah lapuk dimakan usia.

“Kalau ada hujan lebat, ini bisa saja ambruk karena kayu tiangnya sudah patah dan lantai papannya sudah lapuk,” katanya.

Bukan Sekadar Rumah, tetapi Tempat Berlindung

Bagi sebagian orang, memperbaiki rumah mungkin hanya persoalan mengganti papan, memperkuat tiang, atau memperbaiki atap.

Tetapi bagi Yuliani, rumah itu adalah tempat ia dan anaknya berteduh, tidur, dan menjalani kehidupan di tengah keterbatasan.

Karena itu, persoalan rumah Yuliani bukan semata tentang bangunan yang rusak. Ini tentang rasa aman sebuah keluarga yang sedang diuji oleh keadaan.

Yudha berharap kondisi tersebut segera mendapat perhatian dan tidak menunggu sampai terjadi musibah.

Ia mendorong Pemerintah Kabupaten Garut untuk memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR, Baznas, badan usaha, hingga masyarakat.

“Saya berharap Bapak Bupati mengoptimalkan kolaborasi pendanaan CSR dan Baznas serta berbagai entitas badan usaha. Karena begitu banyak fenomena seperti Ibu Yuliani ini, rumahnya sangat tidak layak huni dan membahayakan penghuninya,” ujar Yudha.

Menurutnya, keterbatasan fiskal pemerintah daerah membuat persoalan rumah tidak layak huni perlu ditangani melalui semangat gotong royong.

Bukan hanya Bank BJB dan BPR Garut, Yudha juga berharap bank-bank Himbara, perbankan swasta yang memiliki cabang di Garut, serta perusahaan-perusahaan besar ikut mengambil bagian.

Perusahaan manufaktur, garmen, industri sepatu, perusahaan panas bumi, dan berbagai perusahaan lainnya, kata dia, dapat diarahkan untuk membantu warga yang benar-benar membutuhkan.

“Memang harus segera diperbaiki di tengah keterbatasan fiskal kita. Solidaritas ASN juga saya harapkan bisa dioptimalkan untuk membantu perbaikan rumah Ibu Yuliani,” katanya.

Ketika Data Kemiskinan Berubah Menjadi Kisah Nyata

Yudha menyebut Yuliani masuk dalam desil 1 DTSEN (Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional)

Di balik angka dan data tersebut, ada kehidupan nyata yang membutuhkan perhatian.

Ada seorang ibu. Ada seorang anak. Ada sebuah rumah yang nyaris roboh. Dan ada kekhawatiran yang mungkin datang setiap kali hujan turun.

Yudha mengatakan kondisi Yuliani seharusnya menjadi pemantik kepedulian bersama karena ia termasuk kategori pemerlu pelayanan kesejahteraan sosial, termasuk dalam bidang perumahan.

“Ini membuat intervensi dan kepedulian kita semua menjadi penting. Ibu Yuliani masuk kategori pemerlu pelayanan kesejahteraan sosial, bahkan di bidang perumahan,” tuturnya.

Sebagai wakil rakyat, Yudha mengaku dirinya belum bisa berbuat banyak dalam kunjungan tersebut. Bantuan yang dibawanya baru sebatas sembako dan santunan uang tunai.

Namun, ia berharap bantuan kecil itu setidaknya dapat menjadi tanda bahwa Yuliani tidak sendirian.

“Saya sebagai wakil rakyat memohon dengan sangat. Hari ini saya menengok, baru bisa memberikan bingkisan sembako dan santunan uang tunai,” ujar Yudha.

Jangan Menunggu Rumah Itu Benar-Benar Roboh

Kisah Yuliani menjadi gambaran bahwa masih ada warga yang membutuhkan uluran tangan sebelum keadaan berubah menjadi bencana.

Sebab, membantu memperbaiki rumah sebelum roboh tentu jauh lebih baik daripada datang setelah rumah itu benar-benar runtuh dan menyisakan kesedihan.

Karena itu, Yudha mendorong segera dibentuknya forum Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP) di Kabupaten Garut.

Forum tersebut diharapkan menjadi wadah untuk mempertemukan pemerintah, dunia usaha, lembaga sosial, dan berbagai elemen masyarakat agar persoalan warga seperti Yuliani dapat ditangani secara bersama-sama.

“Saya berharap segera dibentuk forum TJSLP agar keluarga yang seperti ini bisa kita perbaiki bareng-bareng,” pungkasnya.

Di Kampung Babakan Nyalindung, sebuah rumah tua masih berdiri dengan segala keterbatasannya.

Tiangnya telah rapuh. Papannya telah lapuk. Sebagian lantainya bahkan telah ambruk.

Namun di dalamnya masih ada kehidupan yang terus berjalan.

Yuliani dan anaknya masih bertahan.

Yang mereka butuhkan mungkin bukan sesuatu yang mewah. Hanya sebuah rumah yang cukup kuat untuk melindungi mereka ketika hujan turun, tempat sederhana untuk tidur tanpa rasa takut, dan keyakinan bahwa masih ada orang-orang yang peduli.

Sebelum rumah itu benar-benar roboh, semoga uluran tangan datang lebih dahulu.(Gilang)

Bircunews

Kami Bircunews.com adalah perusahaan media. memberikan informasi berimbang, informatif, edukatif dan berpedoman terhadap undang-undang pers no 40 tahun 1999.Hubungi Kontak Kami untuk Iklan dan Pengaduan Keredaksian di Kontak WA: 082.295.693.903

Bircunewshttp://bircunews.com
Kami Bircunews.com adalah perusahaan media. memberikan informasi berimbang, informatif, edukatif dan berpedoman terhadap undang-undang pers no 40 tahun 1999.Hubungi Kontak Kami untuk Iklan dan Pengaduan Keredaksian di Kontak WA: 082.295.693.903

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -
- Advertisement -

Latest Articles

Bircunews

Kami Bircunews.com adalah perusahaan media. memberikan informasi berimbang, informatif, edukatif dan berpedoman terhadap undang-undang pers no 40 tahun 1999.Hubungi Kontak Kami untuk Iklan dan Pengaduan Keredaksian di Kontak WA: 082.295.693.903