GARUT – Camat Samarang Neneng Martiana menyampaikan kaitan data jumlah rumah rusak akibat gempa pada Rabu 1 Februari 2023 lalu.
Sebelumnya kata Neneng, jumlah rumah rusak yang dilaporkan hanya 45 unit. Hal itu karena terkendala beberapa hal sehingga pelaporan belum sempurna.
Kendala itu sebut Neneng, mulai dari akses menuju 12 kampung yang tidak bisa dijangkau kendaraan roda 4, kemudian juga terkendala sinyal (blank spot).
” Namun besoknya karena geografis dari kecamatan kemudian desa yang terdampak itu sangat luar biasa. Ada 12 kampung yang tidak bisa dijangkau oleh kendaraan roda 4, kemudian juga ada kendala sinyal. Kita tidak bisa melakukan komunikasi dengan RW atau RT,” ujarnya.
” Besoknya kita mendapatkan data tambahan, jadi perubahannya bukan ditambahkan tapi memang pelaporannya yang telah dari RT dan RW,” tambahnya.
baca juga: Tangani Dampak Gempa, Ketua DPC PDI Perjuangan Garut Minta Pemkab Segera Alokasikan BTT
Setelah didata secara keseluruhan, sementara ini total jumlah rumah rusak ada 174 unit. Diantaranya ada yang rusak berat, sedang dan rusak ringan.
baca juga: Dampak Gempa, Kapolres Garut Bersama Unsur Pemkab Data Rumah Rusak di Pasirwangi
Neneng berharap ke depan ada bantuan dari Pemerintah Kabupaten untuk membangun kembali rumah warga yang mengalami kerusakan tersebut.
” Mudah-mudahan saja pemerintah bisa meringankan dengan membangun lokasi tersebut. Mudah-mudahan saja, namun demikian paling bantuan berupa bantuan yang mungkin tidak akan cukup,” ujarnya. (gilang)
baca juga: Koramil Samarang Bersama Pemdes Bersihkan Rumah Warga Korban Gempa
baca juga: Agus Supriadi Dapat Dukungan Maju di Pilkada, dari Komunitas GBK
baca juga: Panwas Desa di Kecamatan Cibatu Dilantik dan Siap Laksanakan Tugas
baca juga: Camat Samarang Minta Kaum Perempuan Tahu Diri dan Ingat Kodrat



