GARUT – Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Kabupaten Garut, Aji Sukarmaji mengatakan, untuk aparatur sipil negara (ASN) yang menerima bansos saat ini tengah diverifikasi oleh Kemensos RI.
Ketika ditemui di Desa Bayongbong, Kecamatan Bayongbong, Aji mengatakan, pihaknya kedatangan Irjen dari Kemensos yang bermaksud mendata ASN menerima bansos di Kabupaten Garut.
Sekarang ini kata Aji, pendataan yang dilakukan Kemensos itu kurang lebih tinggal 19 persen lagi akan rampung.
Perihal nanti tindakan apa yang akan dilakukan, apakah ada pengembalian atau tidak, itu akan dilihat kasusnya.
Menurut Aji, tidak serta merta ASN yang menerima bansos akan ditarik kembali. Karena ada kasus dimana ASN menerima bansos ketika dia waktu itu belum tercatat sebagai ASN.
Contohnya adalah ada seorang guru sukwan yang saat ini sudah diangkat menjadi PPPK (pegawan pemerintah dengan perjanjian kerja). Nah ASN ini ketika terdaftar sebagai penerima bansos statusnya memang masih sukwan (honorer).
Namun belakangan sukwan ini diangkat menjadi PPPK atau ASN. Maka untuk kasus seperti ini tidak serta merta diberikan tindakan seperti penarikan dan lainnya.
Yang jelas kata Aji, setelah verifikasi Kemensos rampung, maka seluruh ASN yang menerima bansos ini akan dicoret dan akan diganti dengan masyarakat yang memang layak menerima.(gilang)