GARUT – Anggota DPR RI Komisi IX, Hj. Nurhayati mendorong dibentuknya bapak asuh dan bunda asuh untuk balita yang mengidap stunting (gagal tumbuh) di Kabupaten Garut.
Bapak asuh dan bunda asuh itu menurut Nurhayati, bisa dari kalangan pengusaha yang memiliki kelebihan rezeki untuk bisa menyayangi penderita stunting sehingga mereka bisa sehat kembali.
“ Tadi saya menyarankan kepada Camat bisa mengidentifikasi keluarga-keluarga yang mampu menjadi bapak asuh atau bunda asuh,” katanya ketika diwawancarai usai acara sosialisasi Program Percepatan Penurunan Stunting di Desa Banjarsari, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut, Jumat 19 Agustus 2022.
Tentunya lanjut Nurhayati, untuk menurunkan stunting ini bukan hanya tugas satu atau dua orang saja, melainkan tugas dari semua pihak.
Sehingga dalam hal ini tak hanya pemerintah saja yang berperan untuk menurunkan stunting tapi juga kalangan masyarakat juga patut ikut andil.
Nurhayati sendiri selaku Anggota DPR RI, memiliki kewenangan untuk mengeluarkan kebijakan anggaran. DPR RI akan mendorong Pemerintah untuk memperbanyak sosialisasi semacam ini agar masyarakat juga paham tentang stunting.
Selain itu BKKBN juga bisa didorong untuk berkoordinasi dengan seluruh Kementerian untuk penurunan stunting.
“ Tentunya kami di DPR RI ada kebijakan politik anggaran berada di kami, sehingga kami mendorong pemerintah memperbanyak sosialisasi seperti ini,” ujarnya.
BACA JUGA: Jumlah Penderita Stunting di Sumut Mencapai 347.437 Balita
Sosialisasi semacam ini menurutnya sangat penting untuk memahamkan masyarakat apa yang menjadi penyebab stunting dan bagaimana cara menyembuhkannya.
BACA JUGA: Pemkab Garut Siapkan Anggaran Rp5,9 Miliar Untuk Atasi Stunting
Karena jika melihat faktor penyebab stunting sendiri menurutnya cukup klasik, yaitu kurang paham mengenai pola makan dan pola hidup sehat dan bersih. Walaupun ada juga faktor keturunan.
Kepala Desa Banjarsari, Yolanda Oktavia sangat berterima kasih atas program sosialisasi yang dilakukan Nurhayati ini di desanya.
Untuk di Desa Banjarsari sendiri, menurut Yolanda terdapat 17 anak yang dinyatakan stunting.
Ia berharap dengan dorongan pemberian makanan tambahan (PMT) dan gencarnya gerakan kader bisa menurunkan angka stunting tersebut. (gilang)



