BircuNews.com – Menggunakan jilbab bagi wanita bukanlah suatu pilihan, namun dalam Islam sudah sangat jelas tentang kewajibannya.
Seorang wanita ketika sudah berusia baligh, suka atau tidak suka, wajib menggunakan jilbab untuk menutup auratnya.
Namun sangat disayangkan, dewasa ini banyak kaum wanita yang lalai akan kewajibannya itu.
Terlebih lagi dengan kehadiran media sosial, kaum wanita bisa dengan mudahnya menampilkan aurat di muka umum.
Sesungguhnya, kaum wanita tak sadar betapa banyak keburukan yang mereka dapatkan ketika membuka aurat.
Agama sendiri mewajibkan jilbab tak lain salah satu tujuannya adalah untuk melindungi kaum wanita dari keburukan.
Betapa banyak kekerasan seksual pada wanita akhir-akhir ini yang disebabkan karena berawal dari masalah aurat. Banyak wanita yang memamerkan auratnya sehingga memancing hasrat laki-laki.
Mengutip muslim.or.id, salah satu manfaat wanita menggunakan jilbab adalah dapat menghindari gangguan laki-laki untuk berbuat jahat kepadanya.
Allah Ta’ala berfirman,
يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُل لِّأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاء الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِن جَلَابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَن يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُوراً رَّحِيم
“Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan, Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Qs. Al-Ahzab : 59)
Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan,
يقول تعالى آمرا رسوله، صلى الله عليه وسلم تسليما، أن يأمر النساء المؤمنات -خاصة أزواجه وبناته لشرفهن -بأن يدنين عليهن من جلابيبهن، ليتميزن عن سمات نساء الجاهلية وسمات الإماء
“Allah Ta’ala memerintahkan kepada Rasulullah shalallahu alaihi wassalam agar dia menyuruh wanita-wanita mukmin, istri-istri dan anak-anak perempuan beliau agar mengulurkan jilbab keseluruh tubuh mereka. Sebab cara berpakaian yang demikian membedakan mereka dari kaum wanita jahiliah dan budak-budak perempuan.” (Tafsir Ibnu Katsir)
Wanita Sudah Baligh Tidak Berjilbab Diancam Tidak Mencium Bau Surga
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُونَ بِهَا النَّاسَ وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيلاَتٌ مَائِلاَتٌ رُءُوسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ لاَ يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلاَ يَجِدْنَ رِيحَهَا وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ كَذَا وَكَذَا
“Ada dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat: (1) Suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan (2) para wanita yang berpakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, padahal baunya dapat tercium dari jarak sekian dan sekian.” (HR. Muslim no. 2128)
Jika melihat hadits ini, tentu sangat mengerikan sekali ancaman yang Allah berikan. Jangankan untuk masuk surga, mencium bau surge pun tidak bisa. Hal ini tentu suatu indikasi bahwa dosa tidak menutup aurat sangat besar di sisi Allah ta’ala. (*)
BACA JUGA: Kecamatan Samarang Ikut Wakili MTQ Tingkat Jabar di Sumedang



