GARUT – Anggota DPRD Kabupaten Garut dari Fraksi PDI Perjuangan, Yudha Puja Turnawan, meninjau korban kebakaran di Kampung Cilimus RT 05 RW 04, Desa Sirnajaya, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, Rabu (8/7/2026) malam.
Dalam kunjungan tersebut, Yudha menemui Abah Nandang dan Emak Waroh, pasangan lanjut usia yang rumahnya terdampak kebakaran pada Selasa (7/7/2026). Selain melihat langsung kondisi korban, Yudha juga menyerahkan bantuan pribadi berupa uang tunai dan paket sembako.
Diketahui, Abah Nandang telah mengalami kelumpuhan selama lebih dari satu tahun. Kondisi ekonomi pasangan lansia tersebut juga tergolong sangat memprihatinkan dan masuk kategori masyarakat desil 1 atau kelompok sangat miskin.
Kunjungan itu turut didampingi unsur Taruna Siaga Bencana (Tagana) Dinas Sosial Kabupaten Garut, Pemerintah Desa Sirnajaya, serta kader PDI Perjuangan.
” Saya Yudha Puja Tunawan, anggota DPRD Garut di hari Rabu malam ini tanggal, tanggal 8 Juli 2026 bersama kader PDI Perjuangan Kang Yuyus dan dari Tagana Dinsos Garut. Kemudian juga bersama pemerintahan Desa Sirnajaya, Pak Misbahul selaku Kadus. Kita menengok Abah Nandang dan Emak Waroh yang rumahnya kebakaran di hari Selasa, tanggal 7 Juli 2026 di Kampung Cilimuss RT 5 RW 4, Desa Sirnajaya, Kecamatan Cicurupan, Kabupaten Garut,” ujar Yudha.
Pada kesempatan tersebut, Yudha meminta Pemerintah Kabupaten Garut untuk memprioritaskan bantuan perbaikan rumah bagi Abah Nandang dan Emak Waroh mengingat kondisi kesehatan dan ekonomi yang mereka hadapi.
” Pak Bupati, tolong prioritaskan bantuan untuk perbaikan rumah karena ini Abah Nandang ini mengalami kelumpuhan kemudian juga Abah Nandang dengan emak waroh ini desil satu berarti dikategorikan sangat miskin,” ujarnya.
Selain bantuan perbaikan rumah, Yudha juga mendorong optimalisasi kolaborasi pendanaan dari berbagai sumber, seperti program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), serta instansi terkait untuk membantu warga yang terdampak musibah.
” kemudian juga harapan saya, Pak Bupati, Pak Sekda, ibu wakil bupati bisa mengoptimalkan kolaborasi pendanaan dari CSR baik CSR yang sifatnya badan usaha milik daerah maupun berbagai entitas badan usaha yang ada di Kabupaten Garut. Kemudian dari lembaga pengumpulan dana seperti Baznas juga, kemudian dari Disperkim tentunya,” sambung Yudha.
Yudha juga berharap Dinas Sosial Kabupaten Garut dapat mengusulkan asesmen kepada Kementerian Sosial agar pasangan lansia tersebut memperoleh bantuan Rumah Sejahtera Terpadu (RST).
” Nah, yang kedua saya juga berharap ada asesmen dari Kementerian Sosial nanti direkomendasikan oleh Dinsos Garut karena Abah Nandang ini dan emak Waroh desil satu dan Abah Nandang mengalami kelumpuhan sudah setahun lebih mengalami kelumpuhan. Harapan saya ini bisa mendapatkan bantuan rumah sejahtera terpadu (RST) dari Kementerian Sosial,” Ujar Yudha.
” Semoga bisa ada, asesmen dari sentra Terpadu Pangudi Luhur agar Abah Nandang maupun emak waroh bisa direkomendasikan mendapatkan bantuan RST dari Kemensos,” sambungnya.
Lebih lanjut, Yudha kembali menekankan pentingnya pembentukan Forum Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP) untuk mengoptimalkan pemanfaatan dana CSR dalam membantu warga terdampak bencana maupun musibah sosial.
” Tentunya paling utama kepada pak Bupati kembali lagi segera bentuk Forum TJSLP. Forum CSR agar dana-dana CSR bisa diarahkan membantu warga Garut yang terkena musibah. Hari ini begitu banyak baik rumah kebakaran maupun rumah ambruk yang belum dapat bantuan apalagi alokasi anggaran bahan pengadaan bahan bangunan di tahun anggaran 2026 ini hanya 500 juta dalam setahun ini tidak cukup,” katanya.
“Akan sangat banyak warga Garut yang mengalami musibah rumah kebakaran maupun rumah ambruk yang tidak dapat bantuan sehingga diperlukan kolaborasi pendanaan dari CSR melalui forum TJSLP, Forum Tanggung Jawab Sosial Lingkungan Perusahaan. Tolong, Pak Bupati bisa menciptakan ekosistem yang baik untuk memberikan perlindungan sosial kepada warga Garut yang paling rentan,” sambungnya.
Menurut Yudha, kehadiran pemerintah sangat diperlukan untuk memberikan perlindungan sosial kepada kelompok rentan, terutama lansia miskin yang mengalami musibah.
” Abah Nandang dan emak Waroh ini lansia, lansia duafa kemudian juga mengalami kelumpuhan, rumahnya tidak layak huni dan sebagian kebakaran. Ini kelompok yang paling rentan, negara, pemerintahan harus wajib hadir untuk memberikan solusi kepada Abah Nandang maupun emak waroh,” tutupnya.
Sementara itu, Operator Layanan Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Kabupaten Garut, Diki Andrian, mengatakan pihaknya telah menyalurkan bantuan logistik bagi korban kebakaran sebagai bagian dari penanganan tanggap darurat.
” Saya mewakili dari Dinas Sosial memberikan penyaluran tanggap darurat barang logistik berupa permakanan di antaranya permakanan mie instan, minyak, sarden, gula pasir, dan sandang juga ada, daster dan kaus dewasa kemudian sarung kemudian selimut juga, dan family kit mungkin alat kebutuhan keluarga, kemudian tikar gulung,” ujarnya.
Diki menjelaskan bahwa bantuan yang disalurkan Dinas Sosial berbeda dengan bantuan pribadi yang diberikan Yudha Puja Turnawan. Namun, seluruh bantuan diserahkan secara bersamaan untuk memudahkan distribusi kepada korban.
“Ya, berbeda Pak. Iya, berbeda.
Barusan itu istilahnya disatukan gitu bantuan dari semua pihak untuk membantu meringankan beban bagi korban yang terdampak, terutama barusan dari kami dari Dinas Sosial dan dari Pak Dewan Pak Yuda kebetulan juga disatukan barangnya. jadi berbeda barangnya, Pak,” ujarnya.
Menurut Diki, penyaluran bantuan dilakukan berdasarkan laporan kejadian dan permohonan resmi dari pemerintah desa maupun kecamatan, yang kemudian diverifikasi sesuai kebutuhan di lapangan.
” Untuk pengajuannya kami didasari dari surat laporan kejadian dan permohonan bantuan dari desa dan kecamatan, kemudian kami bisa menganalisis sesuai kebutuhan yang diperlukan di lapangan, dengan kondisi yang realnya seperti apa di lapangan gitu, disesuaikan barang kebutuhannya,” ujarnya.
Pemerintah daerah bersama berbagai pihak diharapkan terus memperkuat kolaborasi dalam membantu korban kebakaran, terutama kelompok rentan seperti lansia dan keluarga kurang mampu, agar dapat segera pulih dan melanjutkan kehidupan setelah musibah yang dialami.(Pey)



