GARUT – Anggota DPRD Garut Fraksi PDI Perjuangan, Yudha Puja Turnawan, mengunjungi korban kebakaran di Kampung Gandok, Desa Simpang, Kecamatan Cikajang, Selasa (7/7/2026). Dalam kunjungan tersebut, Yudha menyerahkan bantuan kepada korban sekaligus mendorong optimalisasi program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) untuk membantu warga terdampak bencana di Kabupaten Garut.
Korban bernama Cucu, seorang janda, kehilangan rumah akibat kebakaran yang terjadi pada Sabtu (4/7/2026) malam. Rumah miliknya hangus terbakar dan mengalami kerusakan berat sehingga tidak lagi dapat dihuni.
Sebagai bentuk kepedulian, Yudha menyerahkan bantuan pribadi berupa uang tunai dan paket sembako guna membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari korban.
” Saya Yuda Puja Tunawan anggota DPRD Garut di hari Selasa ini bersama Pemerintahan Kecamatan Cikajang, Pak Tasib selaku Kasit Trantib bersama Tagana Dinsos Garut, Kang Yadi bersama Pemerintahan Desa Simpang, bersama PAC PD Perjuangan Cikajang, kita menengok ibu Cucu yang rumahnya kebakaran di hari Sabtu, 4 Juli 2026 sekitar pukul 21.30 Waktu Indonesia Bagian Barat,” ujar Yudha.
” Ibu Cucu ini seorang janda, tentu musibah ini sangat berat buat beliau,karena bukan hanya kehilangan tempat tinggal tapi juga kehilangan harta benda,” sambung Yudha.
Yudha menjelaskan bantuan yang diberikan merupakan bentuk kepedulian pribadi untuk sedikit meringankan beban korban setelah mengalami musibah kebakaran.
“Saya selaku anggota DPRD sedikit meringankan beban dengan memberikan santunan uang dan bingkisan sembako,” katanya.
Selain memberikan bantuan, Yudha meminta Pemerintah Kabupaten Garut mengoptimalkan kolaborasi pendanaan melalui program CSR dari berbagai perusahaan serta dukungan lembaga filantropi agar penanganan korban bencana dapat dilakukan secara lebih maksimal.
” Harapan saya Pemkab Garut bisa mengoptimalkan kolaborasi pendanaan CSR bukan hanya BPR Garut, BJB, tapi berbagai entitas usaha di Kabupaten Garut. Kemudian juga dari Lembaga Pengumpulan Umat Baznas,” katanya.
Ia juga berharap pemerintah segera melakukan asesmen terhadap kondisi rumah korban melalui instansi terkait serta mengupayakan bantuan rehabilitasi sosial dari pemerintah pusat.
” Kemudian juga ada assessment juga dari Disperkim. Kemudian harapan saya juga nih pendamping PKH di sini bisa mengusulkan bantuan RST ke Kementerian Sosial,” katanya.
Menurut Yudha, meningkatnya jumlah kejadian kebakaran dan rumah ambruk di sejumlah wilayah Kabupaten Garut dalam beberapa waktu terakhir membuat kebutuhan bantuan bagi masyarakat terdampak terus bertambah. Karena itu, penanganannya tidak dapat hanya mengandalkan kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Ia pun mengajak seluruh perusahaan berskala besar yang beroperasi di Kabupaten Garut untuk turut berpartisipasi menyalurkan dana CSR bagi warga yang terdampak musibah.
” Kemudian dalam kesempatan ini saya ingin menggugah setiap entitas usaha yang berskala besar di Kabupaten Garut bukan hanya PT Changsin, PT Hoga, PT Pratama, Ultimate Nobel, bank-bank swasta nasional, bank-bank Himbara yang memiliki cabang di Kabupaten Garut untuk bisa mengalokasikan CSR kepada warga Garut yang terkena musibah,” katanya.
“yang kebakaran rumah ambruk bukan hanya terjadi di satu lokasi saja. begitu banyak di berbagai daerah di dalam seminggu terakhir ini, terjadi musibah kebakaran maupun rumah ambruk. Nah, kenapa saya ingin menggugah, karena APBD Garut sangat penuh keterbatasan,” sambung Yudha.
Yudha juga meminta Bupati Garut segera membentuk Forum Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP) atau Forum CSR agar penyaluran bantuan dari dunia usaha dapat dilakukan secara lebih terkoordinasi dan tepat sasaran.
” Harapan saya semua entitas usaha bisa berkomunikasi dengan Pemerintahan Daerah untuk membantu warga Garut yang terkena musibah karena begitu banyak warga Garut yang rumahnya ambruk maupun kebakaran. Ini membutuhkan solidaritas semua pihak oleh karena itu Pak Bupati segera bentuk forum TJSLP, forum CSR agar entitas usaha bisa diarahkan mengalokasikan CSR untuk membantu warga Garut yang terkena musibah,” katanya.***



