GARUT – Belasan orang warga Kabupaten Garut dilaporkan mengalami kecarunan massal, diduga setelah makan sate jebred pada Senin 9 Oktober 2023.
Sate jebred itu berasal dari wilayah Kecamatan Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya.
Camat Cilawu, Anas Aolia Malik, Selasa (10/10/2023) melaporkan, awalnya ada pasien yang datang ke puskesmas Cilawu dengan keluhan demam, mual, pusing, muntah, diare, dan perut sakit melilit. Hasil anamnesa mengindikasikan adanya beberapa pasien lain dengan keluhan serupa.
Kemudian pasien lain pun mulai berdatangan senin malam itu ke puskesmas. Kurang lebih ada 13 oranga yang dirawat di puskesmas Cilawu. 8 Orang diantaranya dirawat inap.
Selain itu, kata Anas, Klinik Cihideung juga menerima pasien dengan keluhan serupa, dengan 5 pasien dirawat inap. Dari informasi sementara, teridentifikasi bahwa seluruh pasien berasal dari Kecamatan Cilawu dan Cigalontang, Tasikmalaya.
Kronologis kejadian menunjukkan bahwa pada Minggu, 8 Oktober 2023, warga di Kampung Campaka, RT 3 RW 3 Desa Kersamaju, Kecamatan Cigalontang, Tasikmalaya mengonsumsi sate jebred dari warung Ny. M. Beberapa jam setelah mengonsumsi makanan tersebut, tujuh orang mengalami gejala mual, muntah, dan diare.
Menyikapi kejadian ini, Tim kesehatan telah mengambil langkah-langkah berikut :
- Pelacakan Kasus
- Pencarian Penyebab Keracunan Pengobatan
- Koordinasi dengan Camat Cilawu dan sektor terkait
- Rujukan kasus ke RS Tasikmalaya
Bupati Garut, Rudy Gunawan beserta Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, langsung mengunjungi pasien di PKM Cilawu pada Selasa 10 Oktober.
Rudy Gunawan mengatakan, saat ini pasien sudah ditangani intensif oleh pihak puskesmas setempat.
Bupati juga menyampaikan kabar duka, yaitu ada 2 orang pasien yang meninggal dunia akibat keracunan tersebut. 1 orang diantaranya warga Garut dan satu lagi warga Tasikmalaya.
Sementara 7 orang pasien kini sudah dipulangkan atau rawat jalan, sedangkan empat lainnya masih dirawat intensif. Meski demikian Pemkab Garut menjamin semua pasien dilayani dengan baik tanpa dipungut biaya.
“Saya Mohon agar semua pihak hati-hati, kalau ada yang aneh-aneh jangan dimakan atau dibeli atau setelah dimakan jangan dilanjutkan makannya,” kata bupati.
Rudy menambahkan, sebenarnya Pemkab memiliki alat dimana Dinas Ketahanan Pangan secara rutin melakukan monitoring meneriksa konsumsi makanan aman atau tidak.
baca juga: Mempunyai Visi Memberdayakan Masyarakat, PNM Cabang Garut Menggelar Pelatihan Kepala Unit Mekaar
baca juga: Joy Domino, Game Terbaru dengan Permainan Seru dan Berhadiah, Bisa Diunduh Gratis
baca juga: Anggota DPRD Provinsi Jabar Memo Hermawan, Reses di Cikajang Garut



