26.2 C
Garut
Jumat, April 17, 2026

Buy now

PII Jawa Barat Gelar Konferensi Wilayah XXXI di Garut, Soroti Tantangan Digital Pelajar

GARUT— Pelajar Islam Indonesia (PII) Jawa Barat menggelar Konferensi Wilayah XXXI pada Jumat (21/11/2025) di Local Education Center (LEC) Garut, dengan dihadiri sejumlah tokoh nasional seperti Anggota DPR RI Komisi X Hoerudin Amin, Tenaga Ahli Menteri Agama Ahmad Jojon Novandri, serta Koordinator Tenaga Ahli Wamendikdasmen Lamlam Pahala. Pemerintah Kabupaten Garut hadir melalui Asisten Daerah I sebagai perwakilan resmi.

Ketua Umum PB PII, Abdul Kohar Ruslan, menegaskan bahwa PII harus konsisten menyiapkan pelajar yang mampu beradaptasi dengan tantangan digital yang semakin kompleks. Ia menyoroti maraknya paparan negatif di ruang digital, termasuk judi online, sehingga literasi digital menjadi keharusan bagi pelajar.

“Tantangan digital hari ini sangat berat. Tanpa literasi yang kuat, pelajar lebih mudah terpapar hal negatif dibandingkan sisi positifnya. Konferensi ini harus menjadi ruang berbagi gagasan dan merumuskan masa depan pelajar menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum PW PII Jawa Barat, Muhamad Khazimi, menekankan bahwa konferensi ini bukan sekadar seremoni estafet kepemimpinan. Ia menegaskan perlunya menyiapkan kader yang memiliki kemampuan digital, inovatif, dan siap menjawab tuntutan zaman.

“PII harus melahirkan kader berdaya saing tinggi dan relevan dengan perkembangan teknologi agar Jawa Barat siap menyongsong Indonesia Emas 2045,” kata Khazimi.

Konferensi Wilayah XXXI ini diharapkan menjadi momentum penguatan peran pelajar Islam sebagai generasi yang berintegritas, berakhlak, dan berkompetensi di era digital.

Sementara itu, Jojon Novanddri, MA.Pol, Tenaga Ahli Kementerian Agama RI, menekankan bahwa PII sebagai organisasi pelajar Islam harus mampu beradaptasi dengan cepat terhadap dinamika zaman.

“Pelajar Islam Indonesia itu harus mampu menjadi pelajar yang bermanfaat bagi sesama. PII wajib bertransformasi dengan cara menyesuaikan diri terhadap perubahan zaman. Yang harus berubah itu sistem kaderisasinya, struktur kelembagaannya, dan program-programnya agar tetap relevan,” ujarnya.

Menurut Jojon, adaptasi bukan sekadar kebutuhan, tetapi keharusan agar PII tetap menjadi wadah pembentukan karakter, intelektualitas, dan kepemimpinan pelajar Islam Indonesia.

Menjadi Bagian dari Bonus Demografi

Lebih jauh, Jojon mengingatkan bahwa Indonesia tengah memasuki periode bonus demografi. PII, kata dia, harus menyiapkan para pelajarnya untuk menjadi generasi yang cerdas, produktif, serta siap bersinergi dengan berbagai kebijakan pemerintah.

“Bonus demografi ini diisi oleh anak muda dan pelajar. Jika mereka cerdas melalui proses kaderisasi seperti Catur Bhakti PII, maka masa depan bangsa cerah. Tapi jika sebaliknya, masa depan kita bisa suram,” tegasnya.

Pesan tersebut menjadi alarm bagi seluruh kader PII untuk tidak lengah di tengah derasnya arus informasi dan tantangan digital.***

Bircunews

Kami Bircunews.com adalah perusahaan media. memberikan informasi berimbang, informatif, edukatif dan berpedoman terhadap undang-undang pers no 40 tahun 1999.Hubungi Kontak Kami untuk Iklan dan Pengaduan Keredaksian di Kontak WA: 082.295.693.903

Bircunewshttp://bircunews.com
Kami Bircunews.com adalah perusahaan media. memberikan informasi berimbang, informatif, edukatif dan berpedoman terhadap undang-undang pers no 40 tahun 1999.Hubungi Kontak Kami untuk Iklan dan Pengaduan Keredaksian di Kontak WA: 082.295.693.903

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -
- Advertisement -

Latest Articles

Bircunews

Kami Bircunews.com adalah perusahaan media. memberikan informasi berimbang, informatif, edukatif dan berpedoman terhadap undang-undang pers no 40 tahun 1999.Hubungi Kontak Kami untuk Iklan dan Pengaduan Keredaksian di Kontak WA: 082.295.693.903