GARUT – Diki Hadiana, Ketua Komunitas Pendidikan Nasional (Kompenas) Kabupaten Garut, menyebut banyak warga Kabupaten Garut yang belum sadar akan pentingnya arti pendidikan.
Terutama di daerah pedesaan yang jauh dari pusat ibu kota, seperti di daerah selatan. Diki menyebut, banyak yang tidak terlalu memprioritaskan pendidikan bagi anak-anaknya.
Hal itu disampaikan Diki di sela-sela pelantikan pengurus Kompenas periode 2023-2024 di Pendopo Garut, Minggu 14 Mei 2023.
Diki mengatakan, banyak faktor yang mempengaruhi warga di daerah kurang memprioritaskan pendidikan. Salah satunya adalah karena warga di daerah lebih memilih cepat menikahkan anak ketimbang pendidikan.
” Karena mindset warga di daerah, mereka lebih memilih menikahkan anak ketimbang pendidikan,” ujar Diki.
Selain masalah tersebut, Diki juga mengatakan, warga di daerah itu banyak yang memandang pendidikan itu mahal. Hal itu yang membuat mereka lebih mengutamakan menikahkan anak ketimbang meneruskan pendidikan.
Padahal kata Diki, sekarang ini banyak fasilitas beasiswa dari pemerintah yang bisa membantu warga di daerah untuk melanjutkan pendidikan. Namun karena keterbatasan dalam mengakses beasiswa, banyak yang akhirnya putus asa.
Hal inilah yang menurut Diki menjadi perhatian Kompenas untuk berupaya membantu dan mengedukasi generasi muda terutama kalangan mahasiswa yang tergabung dalam Kompenas, untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
Pihaknya juga berupaya mengadvokasi antara kepentingan masyarakat dengan pemerintah daerah atau stakeholder terkait.
baca juga: Bupati Garut Pantau Sejumlah Desa Menjelang Pilkades Serentak
Kompenas sendiri kata Diki selama ini sudah berjalan selama 9 tahun berkontribusi dan merekrut banyak mahasiswa asal Garut untuk bergabung.
Kompenas kata Diki banyak memfasilitasi pendidikan terutama di jenjang SD.
Selain masalah tersebut, Diki juga mengatakan, masalah sarana prasarana di daerah masih kurang menunjang. Banyak fasilitas pendidikan yang sudah rusak di daerah.
Yang paling rentan dalam kesadaran pendidikan dan sarana pendidikan ini kata Diki, terutama di daerah selatan Garut.(bieby Bagja)



