GARUT – Dukungan terhadap upaya pelestarian lingkungan terus menguat di Jawa Barat. Tidak hanya datang dari pemerintah, komitmen tersebut juga digaungkan oleh pelaku usaha di tingkat akar rumput. Salah satunya Kios Khadizarah Bibit yang berlokasi di Kampung Cijelereun, Desa Mekarsari, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut.
Kios penyedia bibit buah-buahan ini menyatakan kesiapan penuh untuk mendukung program penanaman pohon yang digagas Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Program tersebut dinilai sebagai langkah strategis dalam memulihkan lahan kritis sekaligus mengembalikan fungsi hutan di Jawa Barat.
Sebagai pelaku usaha di sektor pertanian dan pembibitan, Khadizarah Bibit memandang program tersebut sejalan dengan visi pelestarian lingkungan berbasis partisipasi masyarakat. Melalui penyediaan bibit buah-buahan unggulan, masyarakat diajak terlibat langsung dalam gerakan penghijauan yang berkelanjutan.
” Kami siap mendukung program Gubernur Jabar itu dengan menyediakan bibit buah-buahan berkualitas. Kami siap melayani pembelian bibit bagi warga Jabar yang membutuhkan untuk program penanaman pohon,” ujar Nunung Komalasari, Jumat (16/1/2026).
Nunung menilai kebijakan Gubernur Jawa Barat untuk memulihkan fungsi hutan dan lahan kritis merupakan langkah penting yang harus mendapat dukungan bersama. Menurutnya, kerusakan lingkungan yang dibiarkan berlarut dapat memicu bencana alam di masa depan.
” Sebagai warga Jabar kita wajib dukung program Gubernur dalam rangka mengembalikan fungsi hutan yang rusak. Alam Jawa Barat harus kita jaga agar tidak terkena bencana seperti di Aceh dan Sumatera,” ujar Nunung.
baca juga: Anggota DPRD Garut Belanja Bibit Alpukat dari Khadizarah Bibit
Sebagai bentuk kontribusi konkret, Khadizarah Bibit tidak hanya menyediakan bibit unggulan, tetapi juga meluncurkan program bonus pohon gratis. Program ini dikemas dalam semangat kepedulian lingkungan yang mereka sebut sebagai sedekah alam.
” Kami memberikan bonus 1 pohon gratis untuk setiap pembelian 100 pohon. Bonus ini sebagai bagian sedekah alam, sebagai wujud syukur kami dan sebagai bentuk support terhadap program Gubernur untuk mengembalikan alam Jawa Barat agar kembali asri,” ujarnya.
Program bonus pohon tersebut mulai diberlakukan sejak 17 Januari 2026. Nunung menegaskan bahwa konsep sedekah alam bukan semata strategi pemasaran, melainkan komitmen jangka panjang untuk berbagi manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.
” Bissmillah, ini sebagai komitmen kami untuk sedekah alam istilahnya, yaitu Bentuk berbagi dan kepedulian terhadap lingkungan. Nah bonus bibit ini boleh diambil oleh pembelinya, boleh juga disedekahkan oleh pembeli kepada siapa saja. Boleh juga diserahkan melalui kami untuk ditanam, dan kami akan laporkan secara transparan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Nunung menjelaskan bahwa program tersebut tidak terbatas pada penghijauan kawasan hutan. Penanaman juga dapat dilakukan di lahan milik masyarakat, selama berada di wilayah Provinsi Jawa Barat.
” Program kami ini tentu tidak dibatasi hanya pembelian bibit untuk penghijauan di hutan, tapi pembelian secara umum di lahan masyarakat. Yang pada intinya bibit buah-buahan ini harus ditanam di wilayah Jawa Barat,” sambungnya.
baca juga:Khadizarah Bibit, Pusat Bibit Alpukat Unggulan di Jawa Barat
Program Tanam Pohon Gubernur Jawa Barat
Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meluncurkan program penanaman dan perawatan pohon dengan skema insentif sebesar Rp 50 ribu per hari bagi masyarakat yang terlibat. Program ini dirancang sebagai upaya serius Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam memulihkan fungsi hutan yang kini berada dalam kondisi memprihatinkan.
Dedi mengungkapkan sekitar 80 persen kawasan hutan di Jawa Barat mengalami kerusakan. Oleh karena itu, gerakan menanam dan merawat pohon menjadi prioritas, dengan melibatkan masyarakat secara langsung sejak awal Desember 2025.
“Nanti setiap masyarakat memegang satu atau dua hektar menanam pohon kemudian merawatnya sampai kemudian pohon itu kokoh dan kuat. Mereka mendapat upah dalam setiap hari distandarkan oleh saya Rp 50 ribu,” ujar Dedi Mulyadi seperti dikutip dari YouTube Tribunnews.
Meski nilai insentif dinilai tidak besar, Dedi berharap program tersebut mampu melibatkan lebih banyak masyarakat.
“Kenapa harganya hanya 50 ribu, agar banyak rakyat yang dilibatkan. jadi ini yang akan kita lakukan,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, program penghijauan ini mengombinasikan penanaman pohon hutan dengan pohon produktif. Pola tersebut diharapkan mampu menjaga kelestarian alam sekaligus memberikan manfaat ekonomi jangka panjang.
“Kita tanami pohonnya satu perpaduan pohon hutan yang tidak bisa ditebang misalnya kayak caringin, jamuju, kemudian tanjung. kemudian yang lainnya pohon yang produktif, peuteuy, jengkol, nangka sehingga masyarakat dalam jangka panjang mendapat hasilnya,” katanya.
Alamat dan Kontak Khadizarah Bibit
Bagi masyarakat yang berminat mendapatkan bibit tanaman, Khadizarah Bibit dapat dihubungi melalui WhatsApp di nomor 082.295.693.903. Kios ini juga dapat dikunjungi langsung di Jalan Samarang, Kampung Cijelereun, Desa Mekarsari, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut, tepat di depan SDN Mekarsari 1.***



