GARUT – Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Garut Jujun Juansyah berkomentar perihal penutupan jalan menuju akses tempat pembuangan sampah yang berada di Batu Kancing Desa Cilampuyang Kecamatan Malangbong Kabupaten Garut.
Jujun mengatakan pihaknya sudah menyampaikan sosialisasi undang undang nomor 18 tahun 2008 terkait pengelolaan sampah rumah tangga.
“Kemudian ada juga perda nomer 4 tahun 2014 sama tentang yang sama kemudian ada SE (Surat Edaran) Bupati tentang hal yang sama intruksi bupati,”Ujar Jujun Kamis 4 April 2024.
Jujun menegaskan intinya bahwa Desa seharusnya mengelola sampah secara mandiri kemudian harus meyediakan tempat pengelolaan sampahnya.
“Kami akan berupaya untuk malangbong ini dijadikan kedapannya menjadi TPST (Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu) memang sudah 2 tahun terkahir ini 2023 khususnya kami sudah mengusulkan pengelolaan TPST dari bantuan Provinsi Tapi nyatana tidak Turun,”Katanya.
Ia juga mengatakan, pihaknya bersama dengan komunitas di sana membuat semacam tungku pembakaran tetapi itu juga tidak berjalan.
” Nah sekarang solusinya harus seperti apa ? Solusi bahwa masyarakat harus sudah mulai berpikir , bagaimana Desa harus sudah juga memikirkan terkait sampah dan harus selesai di Desa, ujarnya.
“Dengan solusi mereka ke TPA , TPA itu tidak akan lebih 5 tahun habis , kata siapa tanahnya bukan milik Pemda ? Itu tanahnya milik Pemda Garut itu 2 hektar punya Pemda,”Ucapnya.
” Jadi akan dibangun tapi bukan TPA tapi TPST nah kita sudah mengusulkan ke bantuan Provinsi ternyata tidak turun turun,” katanya.
“Kemarin juga ada insvestor dari swasta yang saya arahkan ke Malangbong terkait untuk pengelolaan TPST tetapi mereka sekarang belum terkenan merekan memikir armadanya baru satu , saya bilang kalau untuk armada kami siap suport paling paling butuh 2 lagi kan gitu,” Beber jujun.
Jujun berharap sekali insvestor ini bisa masuk dan diharapkan bisa menyelesaikan masalah sampah di lokasi tersebut.
” kemarin juga kita sempet ada salah satu aspirator dari APBN datang lah kita bicara terkait kemungkinan ada bantuan dari pemerintah pusat nyatanya faktanya tidak turun,” ujarnya.(atu)



