GARUT – Kepala Desa (Kades) Mekarsari, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut, H. Dadang mengaku kaget dengan beredarnya berita di media online. Dimana dalam berita tersebut, seorang wartawan mengaku telah disekap oleh preman di kantor desanya.
H. Dadang membantah atas kabar tersebut. Menurutnya wartawan yang dikabarkan telah disekap oleh preman itu tidaklah sesuai faktanya.
Ketika dihubungi melalui sambungan selulernya, H. Dadang memberikan klarifikasi terkait kabar tersebut.
Dadang menjelaskan bahwa pada hari Kamis 1 Agustus 2024, sekitar jam 09.00 wib, memang ada seorang wartawan yang berkunjung ke kantor desa.
Wartawan dengan inisial S ini sebetulnya masih merupakan warga Desa Mekarsari.
Selang beberapa menit, datang pula beberapa wartawan dan ormas ke kantor desanya. Ketika itu, mereka ngobrol bareng dengan santai sambil ngopi.
“ ya betul saat itu ke desa Mekarsari kedatangan beberapa orang rekan wartawan, hanya kedatangan mereka tidak bersamaan, kami ngobrol dan ngopi bersama dengan mereka” kata H. Dadang melalui tepon Selulernya , Jumat (9/8).
Namun Dadang merasa kaget bukan main, ketika menerima kabar ada media online yang memberitakan bahwa wartawan berinisial S itu telah disekap di kantor desanya.
baca juga: Peringati Bulan Muharram, Ustadz Uja Sir dari Tasikmalaya Santuni Anak Yatim Piatu
“ Saya merasa kaget, tamu pertama dianggap disekap dikantor desa, Yang dimaksud penyekapan itu seperti apa?, masa ngobrol bersama dianggap menyekap ? “ ujar Dadang.
Oleh karena itu, Dadang pun akan menyikapi dan membuat langkah-langkah bersama unsur terkait atas berita tersebut.(AM)



