Gunung Papandayan, Surga Edelweiss dan Aura Hutan Mati – Gunung Papandayan merupakan salah satu gunung api stratovolcano yang terletak di Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Sebagian besar Gunung Papandayan terletak di wilayah Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut.
Gunung Papandayan mempunyai ketinggian kurang lebih 2.665 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Gunung Papandayan juga mempunyai beberapa kawah yang terkenal, diantaranya kawah Mas, Kawah Baru, Kawah Nangklak dan Kawah Manuk. Kawah-kawah itu mengeluarkan uap dari sisi dalamnya.
Tofografi Gunung Papandayan di dalam kawasan yang curam, berbukit dan bergunung, serta terdapat tebing yang terjal.
Menurut klasifikasinya Gunung Papandayan termasuk Schmidt dan Ferfuson dan termasuk tipe iklim B, dengan curah hujan rata-rata 3.000 mm/tahun.
Keanekaragaman Hayati Gunung Papandayan
Mengutip laman disparbud.jabarprov.go.id, Gunung Papandayan mempunyai potensi flora di dalam kawasan gunung. Diantaranya terdapat pohon Suagi (Vaccinium valium), Edelweis (Anaphalis javanica), Puspa (Schima walichii), Saninten (Castanea argentea), Pasang (Quercus platycorpa), Kihujan (Engelhardia spicata), Jamuju (Podocarpus imbricatus), dan Manglid (Magnolia sp).
baca juga: Spanduk Larangan Berburu Hewan Liar Dipasang di Kawasan Gunung Gelap Garut
baca juga: Cream Pemutih Wajah BPOM di Apotek, Terbukti Aman
Sementara untuk potensi fauna di kawasan Gunung Papandayan, diantaranya Babi Hutan (Sus vitatus), Trenggiling (Manis javanicus), Lutung (Trachypitecus auratus), Kijang (Muntiacus muntjak), serta beberapa jenis burung antara lain Walik (Treron griccipilla), dan Kutilang (Pycononotus aurigaste).
Gunung Papandayan Surga Edelweiss dan Aura Hutan Mati
Dalam perjalanan menuju puncak Gunung Papandayan, kita akan melintasi hamparan padang bunga Edelweiss (bunga abadi) yang luar biasa indah.
Tapi ada peraturan yang wajib dipatuhi di sana. Yaitu pendaki atau siapapun dilarang memetik bunga tersebut.
baca juga: Bupati Garut Resmikan Eduwisata Perlebahan Gunung Guntur Desa Pasawahan
Tak hanya hamparan bunga Edelweiss, kita juga akan disuguhkan pemandangan pepohonan kering atau yang biasa disebut hutan mati.
Fenomena alam tersebut terjadi karena erupsi Gunung Papandayan di masa lampau.
baca juga: Gunung Putri Garut, Tempat Olahraga Paralayang yang Direkomendasikan
Demikian Gunung Papandayan, Surga Edelweiss dan Aura Hutan Mati. Semoga informasi ini bermanfaat bagi anda yang hendak berkunjung ke Gunung Papandayan. (*)



