GARUT – Sekretaris Dewan Pendidikan Kabupaten Garut Dr. Agus Rahmat Nugraha, M.MPd menyebut bahwa di Kabupaten Garut masih banyak sekolah SD yang belum memenuhi standar. Baik dari segi bangunan, keamanan maupun posisi sekolah.
Agus mengatakan, dari kunjungannya ke tiap kecamatan, 50 persen sekolah dasar yang ada itu tidak memenuhi standar.
” Pada umumnya kalau kita datang datang ke setiap kecamatan bisa dipastikan lebih dari 50 persen dari sekolah yang ada itu memang tidak memenuhi syarat dari standar bangunan, dari standar keamanan, termasuk juga pada posisi posisi dimana letak pendidikan itu diselenggarakan,” tegasnya ketika diwawancarai saat monev di Kecamatan Bayongbong, Rabu 14 Juni 2023 bersama Susilawati S.Pd. M.Pd Anggota Dewan Pendidikan dan Pengawas SD dari Korwil Bidang Pendidikan Kecamatan Bayongbong, Nazrul Ridwan S.Pd.
Agus merasaprihatin dengan kondisi tersebut.
” Ini kan sangat memprihatinkan. Apa yang terjadi, apalagi di pendidikan dasar, ini kan menjadi kebutuhan dasar bagi terselenggaranya pendidkan yang menjadi kewajiban kita bersama terutama pemerintah,” ujarnya.
” Padahal jika pendidikan itu bisa dikerjakan dengan serius, dengan sungguh-sungguh, kemudian juga tidak hanya penyelenggaraannya, substansinya, tetapi juga komponen-komponen yang mendukungnya itu bisa diselengggarakan dengan baik, ini bisa menjadi semacam garansi lah bahwa pendidikan di Kabupaten Garut itu akan menjadi barometer perubahan, perbaikan untuk sektor-sektor yang lainnya,” ujarnya.
” Jangankan untuk sektor yabg lainnya, pada sisi tertentu saja tadi kebutuhan dasarnya belum terpenuhi. Ini menunjukkan indikator ada masalah yang snagat berat untuk pendidikan Gabupaten Garut. Dan ini perlu ada perubahan yang betul-betul segera harus dikerjakan,” tambahnya.
Menurut Agus, pendidikan itu harusnya tidak hanya berbicara tentang posisi bangunan itu seperti apa, tapi juga harus melihat dari kebutuhan perlunya dan pantasnya lembaga pendidikan itu diselenggarakan.
” Jadi jangan sampai yang hadir di sekolah tersebut kan anak anak yang belia, anak anak yang harus diberikan kenyamanan. Termasuk juga kalau mau bicara serius ini kan menjadi lingkungan yang memadai, ada tempat bermain, ada tempat olahraga, ada tempat upacara, dan ada tempat yang lain.” katanya.
” Jadi pendidikan itu kan tidak hanya sekedar bangunan. Tapi kan bangunan dan area di sekitar bangunan itu menurut saya secara ideal. Oleh karena itu bangunan saja rusak, halamannya tidak ada, kan ini juga jadi persoalan,” tutupnya.(bieby bagja)
baca juga: Belasan SD di Bayongbong Rusak, Pengawas Sebut Tahun Ini Dapat Rehab 4 Sekolah
baca juga: Bupati Garut Larang Ada Pungli dalam PPDB, Ancamannya Keras



