GARUT – Bupati Garut Rudy Gunawan membuka sosialisasi Pelaksanaan, Penempadan dan Pelindungan Tenega Kerja Indonesia di luar negeri, dengan gerakan yang dinamakan Tenaga Kerja Berkarya (Gentra Karya) di Hotel Harmoni (27/2).
Dalam sosialisasi itu dihadiri oleh Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Benny Ramdhani, para camat, kepala desa, lurah bahkan Kepala SKPD di Garut.
Kepala BP2MI, Benny Ramdhani mengapresiasi perhatian Pemerintah Kabupaten Garut yang begitu perhatian terhadap pekerja migran asal Garut.
Perhatian itu kata Benny dengan sosialisasi seperti ini dan dihadiri lengkap oleh para camat, kepala desa, lurah bahkan SKPD di Garut.
Menurut Benny, hal seperti ini belum pernah terjadi dan baru di Kabupaten Garut yang memberikan perhatian seperti ini dari Pemerintah Daerahnya.
kaitan dengan sosialisasi ini, Benny menilai sangat penting untuk dilakukan. Tujuannya agar kita memiliki pandangan kesepahaman yang sama. Yaitu bahwa ada tugas yang dibagi oleh undang-undang tanggung jawab dalam penanganan dan pelindungan pekerja migran.
Bahwa tanggung jawab itu kata Benny sudah dibagi antara lain ke pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/kota bahkan desa.
baca juga: Bupati Garut Sebut, Hibah 7 Mobil dari Jepang Merupakan Bentuk Hubungan Baik
Pembagian tanggung jawab itu kata Benny diatur dalam Undang-undang Nomor 18 tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia.
” Yang penting adalah pertama membangun kesadaran pada masyarakat bahwa bekerja ke luar negeri itu adalah hak setiap warga negara,” jelasnya.
baca juga: Bircu Publisher: Sickle Cell Disease, a New Look At An Orphan Disease
” Artinya negara tinggal memberikan fasilitasi, mempersiapkan segera sesuatunya agar mudah diakses informasinya. Kalau ada peluang bekerja di luar negeri, negara apa, kerjanya bagaimana, berapa gajinya, bagaimana cara berangkat ke sana, pelatihan apa yang harus dilakukan dan dokumen apa yang harus dipersiapkan,” jelas Benny mengungkap peran negara.
baca juga: Jadi Pembicara dalam Rakerkesnas, Bupati Garut Sampaikan Penguatan Fungsi Puskesmas dan Posyandu
” Nah kita ingin mempersiapkan pekerja-pekerja yang kompeten. Mereka pelatihan, mereka jadi ahli, terampil di bidang pekerjaan yang mereka pilih, dan memiliki kemampuan dalam bahasa. Nah itu tanggung jawab kita,” ujarnya.
Namun kata Benny, di luar upaya pemerintah membangun pekerja yang kompeten itu, rupanya ada sindikat mafia yang ingin selalu menempatkan pekerja secara ilegal.
” Karena di situ mereka selalu mendapatkan keuntungan. Ya ini bisnis kotor, ini juga kejahatan kemanusiaan,” ujarnya.(gilang)



