Bircunews.com – Tentunya bagi umat Islam segala panduan hidup sudah terdapat dalam Al Quran maupun hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Baik panduan keduniaan maupun panduan agama.
Apa yang dianggap baik oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, tentu baik dan mengandung manfaat yang besar. Dan sebaliknya apa yang dianggap buruk oleh Nabi tentu ada keburukan di dalamnya.
Lantas bagaimana pandangan Islam tentang daging kambing?. Sebagian besar masyarakat Indonesia meyakini bahwa daging kambing mengandung kolesterol tinggi dan pantang dimakan oleh orang-orang dengan tekanan darah tinggi.
Namun rupanya berbeda dengan pandangan Islam. Bahwasanya daging kambing tidak sebagaimana yang dikabarkan demikian. Islam memandang bahwa daging kambing justru mengandung keberkahan yang besar.
ustadz dr. Raehanul Bahraen sebagaimana dikutip dari laman muslim.or.od menjelaskan, ada banyak keberkahan di dalam daging kambing.
Bahkan Rasulullah menganjurkan untuk mengonsumsi daging kambing.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
اتخذوا الغنم فإن فيها بركة
” Peliharalah (manfaatkan) oleh kalian kambing kerana di dalamnya terdapat barakah” HR Ahmad.
Kambing juga rupanya memiliki keberkahan bukan hanya di dagingnya, tapi juga terdapat di susu dan kulitnya.
Ahli tafsir Al-Qurthubi rahimahullah menjelaskan,
وجعل البركة في الغنم لما فيها من اللباس والطعام والشراب وكثرة الأولاد، فإنها تلد في العام ثلاث مرات إلى ما يتبعها من السكينة، وتحمل صاحبها عليه من خفض الجناح ولين الجانب
“Allah telah menjadikan berkah pada kambing di mana kambing bisa dimanfaatkan untuk pakaian, makanan, minuman, banyaknya anak, karena kambing beranak tiga kali dalam setahun, sehingga memberikan ketenangan bagi pemiliknya. Kambing juga membuat pemiliknya rendah hati dan lembut terhadap orang lain,” (Al-Jami’ li Ahkaamil-Qur’an, 10/80, Darul Kutub Al-Mishriyah, Koiro, 1384 H, Asy Syamilah).
Keberkahan pada kambing ini juga tampak pada sejarah, dimana para Nabi dikabarkan pernah mengembalakan kambing. Termasuk dalam hal ini Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.
Ulama menjelaskan, hikmahnya adalah karena mengembalakan kambing membutuhkan kesabaran dan ketekunan yang akan membentuk karakter kebaikan pada seseorang.
Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,
ما بعث اللهُ نبيًّا إلا رعى الغنمَ . فقال أصحابُه : وأنت ؟ فقال : نعم ، كنتُ أرعاها على قراريطَ لأهلِ مكةَ
“ Tidaklah seorang Nabi diutus melainkan ia menggembala kambing“. para sahabat bertanya, “apakah engkau juga?”. Beliau menjawab, “iya, dahulu aku menggembala kambing penduduk Mekkah dengan upah beberapa qirath” HR Al Bukhari.
Karena itu ustadz dr. Raehanul Bahraen menilai bahwa sesuatu yang dikatakan berkah dalam Islam, tentu tidak ada unsur bahaya di dalamnya.
Apa yang disyariatkan oleh Islam pasti bermanfaat dan tidak berbahaya.
Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di rahimahullah berkata dalam risalahnya,
الدين مبني على المصالح في جلبها و الدرء للقبائح
“Agama dibangun atas dasar berbagai kemashlahatan, mendatangkan mashlahat dan menolak berbagai keburukan”
ما أمر الله بشيئ, إلا فيه من المصالح ما لا يحيط به الوصف
“Tidaklah Allah memerintahkan sesuatu kecuali padanya terdapat berbagai mashlahat yang tidak bisa diketahui secara menyeluruh” (Risaalah fiil Qowaaidil fiqhiyah hal. 41, Maktabah Adwa’us salaf).
BACA JUGA: Wapres Ma’ruf Amin Menyebut Hewan Terpapar PMK Hukum Kurbannya Tidak Sah
.
Keberkahan pada daging kambing ini juga sudah terbukti dari sejarah. Dari masa ke masa orang zaman dahulu senang memakan daging kambing.
Tak hanya dagingnya, orang zaman dahulu juga suka mengambil lemak kambing kemudian dipotong dadu dan dikeringkan dengan cara dijemur. Disimpan atau dibawa bersafar, kemudian jika ingin dimakan tinggal “dipanaskan” atau dioles diatas roti kemudian di makan.
Menurut ustadz dr. Raehanul Bahraen informasi yang beredar di masyarakat bahwa daging kambing mengandung kolesterol tinggi dan berbahaya itu tidak benar.
Ia pun menjelaskan secara medis kenapa ada kasus ketika seorang mengonsumsi kambing seolah tekanan darahnya naik. Menurut ustadz Raehanul, cara pengolahan daging yang tidak sehat, misalnya memakai bumbu dan minyak yang berlebihan, inilah yang kemungkinan menyebabkan hal itu.
Kemudian jangan pula mengonsumsi daging secara berlebihan karena sesuatu yang dikonsumsi berlebih tentu tidak baik bagi kesehatan.
“Semua zat adalah (berpotensi menjadi) racun. Tidak ada yang tidak (berpotensi menjadi) racun. Dosis dan indikasi yang tepat membedakannya apakah ia racun atau obat” (oksikologi hal. 4, Bag Farmakologi dan Toksikologi UGM, 2006).
BACA JUGA: Berkurban yang Terbaik Menurut Syaikh Ustman Al Khumais
Sementara itu dikutip dari laman Alodokter, dijelaskan secara medis bahwa kandungan kolesterol kambing rupanya terbukti tidak tinggi jika dibandingkan dengan jenis daging lain.
Dijelaskan bahwa kolesterol itu terdiri dari dua jenis di dalam tubuh. Yaitu kolesterol jahat (LDL/low density lipoprotein) dan kolesterol baik (HDL/high density lipoprotein).
Adapun Kolesterol LDL disebut kolesterol jahat karena jika kadarnya dalam darah berlebihan, dapat menyebabkan aterosklerosis atau penumpukan plak pada dinding pembuluh darah. Bila terjadi pada pembuluh darah jantung dan otak, aterosklerosis dapat menyebabkan penyakit jantung, serangan jantung, dan stroke.
Sedangkan kolesterol HDL disebut kolesterol baik karena kolesterol ini dapat menghilangkan kolesterol buruk LDL dari darah. Hal ini menjadikan kolesterol HDL mampu mencegah penyakit jantung dan stroke.
Perlu diketahui bahwa, seluruh makanan yang berasal dari daging hewan itu mengandung kolesterol. Begitu pula dengan daging kambing.
Dalam hal ini mengonsumsi daging kambing tidaklah bermasalah, asalkan tidak secara berlebihan. Nah berikut ini perbandingan kadar kolesterol pada kambing dan daging lainnya.
(1) Daging kambing mengandung 75 mg kolesterol.
(2) Daging domba mengandung 110 mg kolesterol.
(3) Daging sapi (potongan sirloin) mengandung sekitar 90 miligram, sedangkan daging sapi tanpa lemak mengandung 65 miligram kolesterol.
(4) Daging dada ayam tanpa kulit mengandung 85 mg kolesterol.
(5) Paha ayam mengandung 135 mg kolesterol.
Jika dibandingkan dengan daging domba, daging sapi berlemak, dan dada atau paha ayam, sebenarnya daging kambing justru mengandung lebih sedikit kolesterol.(**)



