GARUT – Seorang lansia di Kabupaten Garut menjadi korban pembacokan saat berusaha melindungi istrinya dari serangan tiga pemuda bersenjata parang. Peristiwa yang terjadi di Jalan Cimanuk, Desa Jayaraga, Kecamatan Tarogong Kidul, Kamis (23/7/2026) sekitar pukul 04.00 WIB itu menyisakan luka serius bagi korban sekaligus memunculkan desakan penguatan sistem keamanan di kawasan perkotaan Garut.
Korban, Ade Muhtar, warga Kampung Pedes RT 03 RW 07, Kelurahan Jayawaras, Kecamatan Tarogong Kidul, mengalami luka robek parah pada bagian bibir bawah hingga harus menjalani 18 jahitan. Saat ini, ia masih menjalani masa pemulihan di kediamannya.
Kasus tersebut mendapat perhatian Anggota DPRD Kabupaten Garut dari Fraksi PDI Perjuangan, Yudha Puja Turnawan. Pada Jumat (24/7/2026) sore, Yudha mengunjungi rumah korban untuk memberikan dukungan moril serta bantuan berupa paket sembako dan santunan uang tunai.
Yudha menyampaikan keprihatinannya atas peristiwa yang menimpa Ade Muhtar. Menurutnya, tindakan kekerasan terhadap seorang lansia yang berupaya melindungi anggota keluarganya tidak dapat dianggap sebagai kejadian biasa.
“Saya datang untuk menengok Pak Ade Muhtar sekaligus memberikan semangat. Beliau menjadi korban pembacokan setelah berusaha melindungi istrinya dari aksi brutal tiga pemuda yang mengendarai sepeda motor secara zig-zag sambil membawa parang. Akibat kejadian itu, bibir bawah Pak Ade robek dan harus mendapat 18 jahitan. Kita semua mendoakan semoga beliau segera pulih dan dapat kembali beraktivitas,” ujar Yudha.
Peristiwa tersebut, kata Yudha, menjadi peringatan serius bagi seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat sistem keamanan dan pengawasan di wilayah perkotaan. Salah satu langkah yang dinilai mendesak adalah penambahan kamera pengawas atau closed-circuit television (CCTV) di titik-titik strategis guna mendukung upaya pencegahan dan penanganan tindak kriminal.
Menurutnya, jumlah CCTV yang dimiliki pemerintah daerah saat ini masih terbatas. Selain itu, sebagian perangkat yang dipasang sejak 2022 disebut sudah tidak lagi berfungsi optimal sehingga efektivitas pengawasan menjadi berkurang.
“Keberadaan CCTV sangat penting untuk membantu pencegahan tindak kriminal sekaligus mempermudah aparat dalam mengungkap kasus kejahatan. Saat ini jumlahnya masih sangat sedikit dan tersebar di berbagai kecamatan, sehingga kawasan perkotaan masih minim pengawasan,” katanya.
Yudha juga mendorong kolaborasi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, pelaku usaha, dan masyarakat untuk memperluas jaringan CCTV. Ia menilai partisipasi sektor swasta dan warga yang memiliki kemampuan ekonomi dapat menjadi solusi untuk memperkuat sistem pengawasan berbasis teknologi di ruang publik.
“Kita harus membangun rasa aman bersama. Pemerintah tetap harus mengalokasikan anggaran melalui APBD untuk menambah CCTV, namun dunia usaha dan masyarakat yang mampu juga perlu dilibatkan agar pengawasan semakin luas dan efektif,” ungkapnya.
Selain penguatan pengawasan, Yudha meminta aparat kepolisian segera mengungkap kasus tersebut dan menangkap seluruh pelaku yang terlibat. Ia menegaskan bahwa proses penegakan hukum harus berjalan tegas untuk memberikan efek jera sekaligus menjamin rasa aman masyarakat.
“Penegakan hukum harus dilakukan secara tegas agar memberikan efek jera. Di sisi lain, patroli kepolisian harus diperkuat hingga menjelang pagi karena kejahatan seperti ini ternyata terjadi saat masyarakat masih beristirahat,” tegasnya.
Lebih lanjut, Yudha menilai maraknya aksi kekerasan yang melibatkan kelompok pemuda perlu direspons melalui pendekatan yang lebih menyeluruh. Selain penegakan hukum, ia menekankan pentingnya pembinaan generasi muda melalui keterlibatan pemerintah desa dan kelurahan, RT/RW, tokoh masyarakat, organisasi kepemudaan, hingga komunitas sosial.
Menurutnya, pencegahan tindak kriminal harus dilakukan secara berkelanjutan melalui penguatan pengawasan lingkungan dan pembangunan karakter generasi muda agar tidak terjerumus ke dalam perilaku kekerasan.
“Kita tidak ingin generasi muda terjerumus pada tindakan brutal seperti ini. Semua pihak harus bergotong royong menciptakan lingkungan yang aman, mulai dari pemerintah, aparat penegak hukum, pelaku usaha, hingga masyarakat. Semoga upaya bersama ini dapat meningkatkan rasa aman bagi seluruh warga Kabupaten Garut,” pungkasnya.(feri)



