GARUT — Pagi itu, halaman Kelurahan Pataruman, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, tidak sekadar dipenuhi semarak peringatan kemerdekaan. Warga membawa semangat yang lebih sederhana, tetapi bermakna: memungut sampah demi menjaga lingkungan tempat mereka tinggal.
Sebanyak 35 kelompok warga ambil bagian dalam kegiatan pungut sampah plastik yang digelar dalam rangkaian Tasyakur Binikmat HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2026 sekaligus memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, Senin (7/9/2026).
Kegiatan tersebut mengusung tema “Nata Pilemburan, Ngariksa Sarakan” dengan semangat meneladani jejak Rasulullah SAW melalui “Akhlakul Karimah sebagai Fondasi Bangsa”.
Bukan sekadar seremoni, kegiatan ini menjadi ajang untuk mengajak masyarakat melihat sampah dari sudut pandang yang berbeda. Sampah plastik yang selama ini dianggap tidak bernilai, justru dikumpulkan bersama-sama sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.
Hasilnya cukup mengejutkan. Dari aksi warga tersebut, terkumpul sekitar 240 kilogram sampah plastik.
Anggota DPRD Kabupaten Garut dari Fraksi PDI Perjuangan, Yudha Puja Turnawan, yang turut mendukung kegiatan tersebut, mengatakan aksi pungut sampah merupakan bentuk sederhana dari semangat gotong royong.
Menurutnya, menjaga lingkungan tidak harus selalu dimulai dari sesuatu yang besar. Kebiasaan kecil seperti memungut dan mengurangi sampah dapat menjadi gerakan bersama apabila dilakukan secara konsisten.
Untuk menambah semangat warga, Yudha menyediakan hadiah utama berupa satu unit mesin cuci serta santunan uang tunai sebesar Rp2 juta. Tidak hanya pemenang utama, seluruh peserta yang mengikuti kegiatan pungut sampah plastik juga mendapatkan santunan uang tunai.
Bagi Yudha, hadiah bukanlah tujuan utama. Yang jauh lebih penting adalah tumbuhnya kesadaran bahwa kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama.
Di tengah peringatan kemerdekaan dan Maulid Nabi, pesan tersebut terasa semakin relevan. Kemerdekaan bukan hanya tentang mengenang perjuangan para pahlawan, tetapi juga tentang bagaimana masyarakat mengisi kemerdekaan dengan perbuatan yang bermanfaat bagi sesama dan lingkungan.
Begitu pula keteladanan Rasulullah SAW tidak hanya diwujudkan melalui ucapan, tetapi melalui akhlak dan tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Kepala Kelurahan Pataruman, Sutendi, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan tersebut.
Ia secara khusus mengucapkan terima kasih kepada para sponsor, termasuk Yudha Puja Turnawan, yang dinilai memberikan dukungan penuh sehingga kegiatan dapat berlangsung meriah dan memberi manfaat bagi masyarakat.
Menurut Sutendi, kegiatan pungut sampah menjadi bagian penting dari rangkaian Tasyakur Binikmat HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H.
Dari Pataruman, 240 kilogram sampah plastik akhirnya bukan lagi sekadar tumpukan yang mengotori lingkungan. Ia berubah menjadi pesan tentang kepedulian.
Bahwa menjaga kampung halaman adalah bentuk kecintaan kepada tanah air. Bahwa gotong royong masih menjadi kekuatan masyarakat. Dan bahwa akhlakul karimah tidak berhenti pada nasihat, tetapi dapat hadir melalui tindakan sederhana: memungut sampah, menjaga kebersihan, dan memberi manfaat bagi orang lain.
Sebab, kemerdekaan yang sesungguhnya akan terasa lebih berarti ketika lingkungan bersih, masyarakat peduli, dan semangat berbagi terus hidup dari satu generasi ke generasi berikutnya.



