GARUT — Di sebuah sudut Kampung Neglasari, RT 01 RW 17, Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Tarogong Kidul, berdiri sebuah rumah yang nyaris tak lagi layak disebut tempat tinggal. Di sanalah Emak Emeh menjalani hari-harinya, bertahan di tengah kondisi bangunan yang kian rapuh dimakan waktu.
Pada Sabtu, 25 April 2026, Anggota DPRD Kabupaten Garut dari Fraksi PDI Perjuangan, Yudha Puja Turnawan, datang menapakkan kaki di rumah sederhana itu. Kunjungannya bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk kepedulian setelah menerima laporan mengenai kondisi hunian yang memprihatinkan.
Begitu memasuki rumah, kenyataan yang dihadapi jauh lebih menyayat hati. Atap dapur telah ambruk, menyisakan celah terbuka yang membuat hujan dan panas bebas masuk. Di bagian tengah dan kamar, atap bocor tampak tak lagi mampu menahan air saat hujan turun. Sementara itu, lantai papan di bagian tengah rumah sudah lapuk—setiap langkah terasa mengkhawatirkan, seolah bisa runtuh kapan saja.
“Informasi ini saya terima dari Bapak Nurjaman, PLT Lurah Sukajaya,” ungkap Yudha.
Kunjungan tersebut juga didampingi oleh Ibu Ruri, pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Kelurahan Sukajaya. Bersama, mereka tak hanya meninjau kondisi fisik rumah, tetapi juga berbincang langsung dengan Emak Emeh—mendengar kisah hidup yang penuh kesederhanaan sekaligus ketabahan.
Di balik dinding yang retak dan atap yang bocor, ada keteguhan seorang ibu yang tetap bertahan dalam keterbatasan. Namun, kondisi ini tentu tak bisa dibiarkan berlarut. Rumah seharusnya menjadi tempat paling aman dan nyaman, bukan justru menyimpan ancaman.
Kunjungan ini menjadi pengingat bahwa di tengah geliat pembangunan, masih ada warga yang membutuhkan uluran tangan nyata. Harapan pun menggantung—agar perhatian yang datang hari itu bisa berlanjut menjadi aksi, menghadirkan perubahan bagi kehidupan Emak Emeh yang lebih layak dan bermartabat.



