GARUT – Irigasi Ater di Desa Girimukti, Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut terputus akibat tebing longsor. Akibatnya hal itu berdampak terhadap area pesawahan milik warga setempat.
Tebing longsor itu terjadi pada Jumat 19 Mei lalu. Diduga longsor itu dipicu oleh hujan deras yang terjadi pada saat kejadian.
Kepala Desa Girimukti Arumukam mengatakan, saluran Irigasi Ater putus akibat tebing longsor setinggi 25 meter dengan panjang 50 meter. Ia membenarkan, akibat longsor tebing itu berdampak terhadap hektaran sawah warga setempat. Dikhawatirkan terjadi gagal panen.
“Irigasi yang mengairi sawah seluas 163 hektar itu terputus, sehingga akan berisiko gagal panen bisa terjadi,”ucapnya.
Arumkan Menjelaskan 163 hektar pesawahan itu terdiri dari 5 blok yaitu blok sawah Ater, Cikandal, Huni, Lamping dan blok Sawah Wetan. jika irigasi ater tidak segera diperbaiki maka pemilik sawah itu akan terancam gagal panen,”tegasnya.
” Kami saat ini tengah membutuhkan bantuan dari pemerintah kabupaten Garut seperti bantuan paralon ukuran 8 in sebanyak 15 rente dan sling untuk penjaga paralon,”jelasnya.(zey)



