GARUT – Kepedulian terhadap warga lanjut usia kembali ditunjukkan Anggota DPRD Garut dari Fraksi PDI Perjuangan, Yudha Puja Turnawan. Pada Sabtu (6/12/2025), Yudha bersama jajaran terkait meninjau kondisi dua lansia di Kampung Paledang RT 01 RW 13 Kelurahan Sucikaler, Kecamatan Karangpawitan.
Kunjungan tersebut difokuskan kepada emak Jaja, seorang lansia yang selama ini merawat sepupunya, Dedi—yang juga seorang lansia dan sudah tidak mampu berjalan. Keduanya tinggal di rumah yang kondisinya memprihatinkan. Bahkan, atap bagian belakang rumah mereka sempat ambruk pada Rabu (3/12/2025) akibat hujan deras.
Dalam peninjauan itu, Yudha turut didampingi pihak Rehabsos Dinsos Garut, Pemerintah Kecamatan Karangpawitan, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta Lurah Sucikaler. Melalui pernyataannya, Yudha menjelaskan situasi yang dilihatnya secara langsung.
” Hari Sabtu 6 Desember 2025 bersama pak Rahmat dan pak Yogi dari Rehabsos Dinsos Garut, perwakilan pemerintahan Kecamatan Karangpawitan, Babinsa Koramil Karangpawitan, dan Babinmas Polsek Karangpawitan, pak Agus Tomi Lurah Sucikaler menengok emak Jaja dan pak Dedi. Di rumah tersebut emak Jaja merawat saudara sepupunya yang bernama pak Dedi yang sudah sakit sakitan dan tak bisa berjalan,” ujar Yudha (7/12).
Selain memberikan bantuan berupa sembako dan santunan, Yudha juga bergerak cepat membantu penyelesaian administrasi kependudukan bagi Dedi yang sebelumnya tidak memiliki NIK, KTP, maupun KK.
” Selaku wakil rakyat kedatangan saya untuk meringankan beban emak Jaja dan pak Dedi dengan memberikan bingkisan sembako dan santunan uang. Pak Dedi sendiri tak memiliki NIK, KTP dan KK. Alhamdullillah setelah saya menghubungi pak Galih Yuda Prawira PLT kadisdukcapil, datang pak Asep Ridwan dari tim PAJERO Disdukcapil untuk melakukan perekaman terhadap pak Dedi. Alhamdullillah NIK nya sudah padan dan statusnya sudah print ready record. Hari senin 8 desember 2025 KTP dan KK akan diserahlan oleh disdukcapil ke pak Dedi,” sebut Yudha.
Terkait kerusakan rumah akibat atap yang ambruk, BPBD Garut melalui pusdalops telah melakukan asesmen. Hasilnya akan diteruskan ke Disperkim Garut untuk pengusulan bantuan dari BTT APBD Garut Tahun Anggaran 2025.
” Sambil assesment BPBD Garut juga memberikan bantuan family kit dan sembako untuk emak Jaja dan pak Dedi,” imbuhnya.
Kunjungan tersebut diharapkan dapat menghadirkan angin segar bagi kedua lansia yang hidup dalam keterbatasan. Upaya kolaboratif antara legislatif dan instansi terkait menjadi bukti nyata bahwa kehadiran negara tetap ada untuk warga yang membutuhkan. (Gilang)



