GARUT – Anggota DPRD Garut Fraksi PDI Perjuangan, Yudha Puja Turnawan melihat ada ancaman serius pada aktivitas masyarakat yang membuang sampah sembarangan.
Hal itu disampaikannya ketika gotong royong membersihkan irigasi Ciparay di Desa Tanjungsari, Kecamatan Karangpawitan dan Sub DAS Cimaragas di Kecamatan Garut Kota kemarin bersama Baguna DPC PDI Perjuangan Garut, Tagana Dinas Sosial, dan BPBD Kabupaten Garut.
Selama ini kata Yudha, masyarakat mengira bahwa sampah hanya menyebabkan penyumbatan pada irigasi dan terjadi luapan atau banjir.
Padahal ancaman sampah tidak sesederhana itu. Sampah dapat menimbulkan ancaman yang lebih serius.
Pasalnya kata Yudha, sampah yang dibuang ke sungai atau irigasi tentu akan bermuara ke laut.
“ Penumpukan sampah di sungai bukan hanya menyebabkan sedimentasi sungai sehingga terjadi penyumbatan dan banjir. Tapi ada bahaya yang lebih besar yang akan mengancam generasi akan datang. Karena sampah di sungai akan berakhir di lautan,” tegasnya.
Dari hasil penelitian, Yuda menyebut bahwa negara Indonesia merupakan negara kedua terbesar yang menyumbangkan sampah ke lautan.
Rata-rata negara Indonesia menyumbang sampah ke lautan sebesar 4 juta ton per tahun. Dan estimasinya sampai hari ini ada sebanyak 275 juta ton sampah plastik yang sudah terbuang di lautan Indonesia.
Tentu ini sangat mengkhawatirkan, karena diperkirakan pada tahun 2040 mendatang, sampah plastik yang ada di lautan Indonesia akan jauh lebih banyak dibandingkan ikan.
Belum lagi jika mengingat bahwa bahan plastik itu terbuat dari bahan beracun yang bersifat karsinogenik yang dapat menyebabkan penyakit kanker.
“ Sampah plastik terbuat dari polychlorinated biphenyl (PCB) bahan kimia beracun yang bersifat karsinogenik. Racun-racun dari partikel plastik yang masuk ke dalam tanah akan membunuh hewan-hewan pengurai di dalam tanah seperti cacing. PCB yang tidak dapat terurai termakan oleh ikan ikan di laut. Dan ini akan menjadi mata rantai yang beracun buat manusia,” ujar Yudha.
Dan yang mengerikan lagi, menurut Yudha, sampah plastik ini rupanya merupakan bahan yang sulit diurai. Untuk mengurai plastik dibutuhkan setidaknya waktu 500 tahun.
“ Sampah plastik memiliki sifat sulit terdegradasi (non-biodegradable). Plastik diperkirakan membutuhkan waktu hingga 500 tahun hingga dapat terurai,” tegasnya.



