GARUT – Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Garut melalui Bidang Konsumsi dan Penganekaragaman Pangan (KP2) melaksanakan kegiatan Gerakan B2SA dan Workshop Gerakan Olahan Pangan Lokal yang dilaksanakan di Kecamatan Mekarmukti, Kamis (21/06/2023).
Kegiatan ini selain dalam rangka melawan stunting, juga bertujuan utama untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menerapkan pola makan yang beragam, bergizi seimbang dan aman.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di 2 desa di Kecamatan Mekarmukti yaitu Desa Mekarmukti yang diikuti 62 balita dan ibu stunting, juga di Desa Karangwangi yang diikuti 129 balita dan ibu stunting.
Kepala Bidang (Kabid) KP2 DKP Garut, Hari Wardhana, menyebutkan, dalam kegiatan ini DKP berkolaborasi dengan berbagai pihak, antara lain puskesmas Mekarmukti dan kecamatan.
Hari menjelaskan, stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada balita akibat kekurangan gizi kronis, terutama dalam 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) sehingga anak terlalu pendek untuk usianya.
“Maka dari itu sangat penting untuk memutus rantai stunting dengan pemenuhan gizi pada 1000 HPK yang merupakan periode emas dengan sasaran anak usia 0-23 bulan dan balita stunting,” imbuh dalam keterangan tertulisnya.
Hari menjelaskan, upaya pencegahan stunting dengan peran orang tua dalam stimulasi tumbuh kembang anak melalui proses pemberian makan dengan gizi seimbang. Sehingga, dalam kegiatan ini, pihaknya juga memberikan bantuan pangan untuk balita stunting berupa beras, susu, telur dan buah buahan.
BACA JUGA: Bupati Garut: Kades Jangan Takut Kelola Dana Desa, yang Penting Ikuti Aturan Mainnya
“Prinsip Gizi Seimbang yaitu mengonsumsi makanan dengan beraneka ragam, pentingnya pola hidup aktif dan berolahraga, menjaga berat badan ideal dan menerapkan pola hidup bersih dan sehat,” tandasnya.
BACA JUGA: Daun Penghilang Flek Hitam di Wajah, Begini Cara Penggunaannya



