26.2 C
Garut
Jumat, April 17, 2026

Buy now

Sekda Jabar Bangga dengan UNIGA, Bantu Selesaikan Masalah Daerah Yaitu Stunting dan Miskin Ekstrem

GARUT – Sekda Jabar Herman Suryatman, diundang dalam acara pelepasan mahasiswa KKN Tematik Universitas Garut (UNIGA) bersama pj bupati Garut, Selasa 30 Juli 2024 di komplek UNIGA.

Sekda Jabar tampak bangga dengan UNIGA karena mampu menjadi pelopor dalam mengangkat tematik KKN yang berkontribusi membantu menyelesaikan masalah daerah yaitu stunting dan miskin ekstrem.

Bahkan Herman menyebut, UNIGA sebagai pelopor di Jawa Barat bahkan Indonesia. Perguruan tinggi yang pertama kali mengangkat tema tersebut dalam kegiatan KKN.

Sekda Jabar menyampaikan bahwa peran mahasiswa di sini adalah untuk memberikan literasi. Karena persoalan utama dari stunting adalah rendahnya literasi yang didapatkan masyarakat.

Sehingga mahasiswa lebih kepada memberikan edukasi bagaimana mencegah stunting dan miskin ekstrem.

Misalnya bagaimana mengedukasi ibu hamil mengonsumsi pil penambah darah dan mengonsumsi makanan tinggi protein.

“Tentu yang pertama kali kita harus berangkat dari permasalahan ya, bagaimana kita turut menyelesaikan permasalahan konkret pembangunan daerah di Kabupaten Garut. setelah kami identifikasi di samping prestasi yang sudah dicapai oleh pemerintah kabupaten Garut, masih ada pekerjaan rumah jabar dan Garut yakni stunting dan miskin ekstrem,” ujarnya.

“Dan alhamdulilah pak Rektor beserta jajaran civitas akademika Universitas Garut menginisiasi program KKN tematik spesifik ke stunting dan penanganan miskin ekstrem dalam satu bulan ke depan, tidak lama memang tapi insyaa Allah ini akan menjadi titik masuk penanganan stunting dan kemiskinan secara komprehensif di kabupaten Garut,” ujarnya.

” Karena persoalan stunting dan miskin ekstrem yang utama adalah masalah literasi. tentu mahasiswa nanti bersama perangkat desa bersama pemerintah kecamatan kader bahu membahu mengedukasi bagaimana zero stunting sebelum kelahiran, setelah kelahiran ibu hamilnya kita edukasi agar konsumsi tablet tambah darah yang sudah tersedia di puskesmas,” ujarnya.

“Demikian juga ibu hamil memeriksakan diri minimal 6 kali selama kehamilan. Bidan sudah ada di semua desa. ibu hamil mengonsumsi protein hewani seperti telor daging ikan dan susu itu bisa dipilah menjadi dua ibu hamil yang mampu silahkan beli sendiri karena mampu tapi yang tidak mampu koordinasi dengan pak camat, kepala desa, nanti akan dibantu bupati, kita ada Baznas, anggaran di pemda, kita ada anggaran desa, kita ada agnia, semuanya dielaborasi sehingga ibu hamil yang miskin bisa mendapatkan bantuan,” ujarnya.

Mahasiswa di sini menurutnya akan mengambil peran kecil yaitu menstimulus dan memotivasi dengan edukasi.

“Mahasiswa di sini mengambil peran yang kecil tapi diharapkan bisa mestimulus memotivasi yang lainnya dan kami dari pemprov jabar mengucapkan terima kasih ke pak bupati yang sudah mensupport dan pak Rektor yang telah mendesain acara tematik ini,” ujarnya.

“Uniga salah satu pelpor di depan untuk jawa barat bahakn di Indonesia. karena sekarang kita baru mulai mengorkestrasi peran perguruan tinggi dalam menyelesaikan persoalan konkret di Jawa Barat,” katanya.

“Titik beratnya di literasi karena mahasiswa jangan diberikan beban berat, bebannya lebih di kerja-kerja intelektual salah satunya mengedukasi supaya literasinya meningkat,” sebutnya.

Sekda Jabar dalam kesempatan ini juga memberikan apresiasi kepada Kabupaten Garut karena angka miskin ekstrem di Garut lebih rendah dari rata-rata angka jawa barat, yaitu hanya 0,36 persen. Dan diharapkan akhir tahun 2024 ini bisa zero (nol). Selain itu untuk stunting menurut survei masih cukup tinggi yaitu 24,1 persen.

“Di Garut stunting berdasarkan survei kesehatan Indonesia masih 24,1 persen demikian juga miskin ekstrem masih di angka 0,36 persen. Kalau dibandingkan kabupaten kota lain Garut lebih baik, tapi ini kan tetap persoalan,” katanya.

“Bagaimana stunting bisa kita turunkan signifikan bagaimana miskin ekstrem juga bisa kita turunkan signifikan. targetnya adalah zero new stunting tidak ada stunting baru targetnya adalah tidak ada masyarakat yang miskin ekstrem,” pungkasnya.

Sementara itu pj bupati Garut Barnas Adjidin menyampaikan terima kasih kepada sekda Jabar yang telah memotivasi Kabupaten Garut.

” ya kami ucapkan terima kasih kepada pak sekda yang telah memotivasi kabupaten Garut untuk bekerja keras dan bekerja cerdas., dan tentu dengan kehadiran mahasiswa ini merupakan satu langkah baru yang punya tematik, ada dua bagaimana stunting zero, bagaimana kemiskinan ekstrem zero,” katanya.

“Tentu ini semua harus dikolaborasikan dan tentu kita harus mencari langkah langkah srategis yang cepat dan harus ada kerja sama semua sektor,” katanya.(gilang)

Bircunews

Kami Bircunews.com adalah perusahaan media. memberikan informasi berimbang, informatif, edukatif dan berpedoman terhadap undang-undang pers no 40 tahun 1999.Hubungi Kontak Kami untuk Iklan dan Pengaduan Keredaksian di Kontak WA: 082.295.693.903

Bircunewshttp://bircunews.com
Kami Bircunews.com adalah perusahaan media. memberikan informasi berimbang, informatif, edukatif dan berpedoman terhadap undang-undang pers no 40 tahun 1999.Hubungi Kontak Kami untuk Iklan dan Pengaduan Keredaksian di Kontak WA: 082.295.693.903

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -
- Advertisement -

Latest Articles

Bircunews

Kami Bircunews.com adalah perusahaan media. memberikan informasi berimbang, informatif, edukatif dan berpedoman terhadap undang-undang pers no 40 tahun 1999.Hubungi Kontak Kami untuk Iklan dan Pengaduan Keredaksian di Kontak WA: 082.295.693.903