GARUT – Kepedulian terhadap warga yang tertimpa musibah kembali ditunjukkan Anggota DPRD Kabupaten Garut dari Fraksi PDI Perjuangan, Yudha Puja Turnawan. Kali ini, Yudha menyalurkan bantuan sembako dan santunan uang tunai kepada keluarga Diki Nur Candra dan istrinya, Widia Natalia, yang rumahnya roboh akibat cuaca buruk di Kampung Galumpit Kaler RT 03 RW 03, Desa Cipancar, Kecamatan Leles, Kabupaten Garut.
Bantuan tersebut disalurkan pada Senin (2/11/2026) melalui kader PDI Perjuangan, Basri. Yudha belum dapat hadir secara langsung ke lokasi karena kondisi kesehatannya yang sedang tidak memungkinkan.
Dalam kesempatan tersebut, Basri menyampaikan permohonan maaf dari Yudha Puja Turnawan kepada keluarga korban karena belum bisa datang secara langsung.
Meski demikian, ketidakhadiran tersebut tidak mengurangi kepedulian dan perhatian Yudha terhadap keluarga yang sedang tertimpa musibah.
“Pak Yudha menyampaikan permohonan maaf karena belum bisa hadir langsung akibat kondisi kesehatan. Namun, hal itu tidak mengurangi tujuan kedatangan kami untuk menyampaikan belasungkawa sekaligus membantu meringankan beban keluarga Bapak Diki dan Ibu Widia yang sedang menghadapi musibah,” ujar Basri.
Dalam kesempatan itu, bantuan berupa paket sembako dan santunan uang tunai diserahkan kepada keluarga korban. Pada saat bersamaan, Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Garut juga hadir memberikan bantuan berupa beras dan lauk-pauk untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga terdampak.
Rumah Roboh Saat Penghuni Terlelap
Berdasarkan informasi kejadian, rumah milik Diki Nur Candra dan Widia Natalia roboh pada Sabtu (31/10/2026), sekitar pukul 01.00 WIB. Peristiwa tersebut terjadi ketika hujan deras disertai angin kencang melanda kawasan tersebut.
Kondisi bangunan yang sudah mengalami pelapukan, terutama pada bagian atap, diduga turut menjadi penyebab robohnya rumah tersebut.
Akibat kejadian itu, satu keluarga yang terdiri atas lima jiwa terdampak. Rumah mengalami kerusakan parah hingga tidak dapat lagi ditempati. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Pasca kejadian, upaya penanganan dan pembersihan puing-puing bangunan dilakukan secara gotong royong oleh anggota Taruna Siaga Bencana (TAGANA), perangkat desa, pengurus RT/RW, serta masyarakat sekitar.
Berdasarkan pendataan awal, kerugian materiil akibat robohnya rumah tersebut diperkirakan mencapai Rp100 juta. Namun, nilai kerugian masih memerlukan pendataan lebih lanjut oleh pihak terkait.
Kepedulian untuk Meringankan Beban Korban
Musibah yang dialami keluarga Diki dan Widia menambah daftar warga yang membutuhkan perhatian dan bantuan setelah tempat tinggal mereka mengalami kerusakan akibat cuaca ekstrem.
Penyaluran bantuan dari Yudha Puja Turnawan tersebut menjadi salah satu bentuk kepedulian terhadap warga yang sedang menghadapi kesulitan. Bantuan sembako dan santunan uang tunai diharapkan dapat sedikit meringankan beban keluarga, terutama dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari setelah kehilangan tempat tinggal.
Di tengah kondisi sulit yang dihadapi korban, kehadiran berbagai pihak melalui bantuan dan gotong royong menjadi penguat bahwa keluarga yang tertimpa musibah tidak menghadapi persoalan tersebut sendirian.(Gilang)



