GARUT – Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kabupaten Garut menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) dan Talkshow Pemberdayaan Ekonomi dan Kewirausahaan di Gedung Dakwah Muhammadiyah, Jalan Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Senin (23/10/2023).
Rakor tersebut dihadiri oleh 117 anggota Majelis Ekonomi dan Ketenagakerjaan (MEK) dari berbagai cabang dan ranting Aisyiyah se-Kabupaten Garut.
Ketua MEK PDA Garut, Ima Maryam, menjelaskan, tujuan dari talkshow ini adalah untuk meningkatkan kapasitas anggota majelis ekonomi Aisyiyah, khususnya dalam literasi keuangan.
Pihaknya menghadirkan narasumber dari Bank BJB Garut, BPJS Ketenagakerjaan Garut, dan LP3H Hidayatullah Jakarta, yang memberikan informasi terkait sertifikat halal, program pinjaman modal, dan perlindungan ketenagakerjaan.
“Kalau dari talkshow itu tadi (outputnya) peserta memahami bagaimana caranya mendapatkan sertifikat halal, kemudian peserta dapat bantuan program pinjaman modal yang dari BJB itu yang (program) Mesra itu gitu, dan harapan juga dari peserta ini bisa masuk ke BPJS Ketenagakerjaan,” ujar Ima.
Ima menekankan pentingnya pengembangan kapasitas anggota MEK, termasuk pelatihan mengenai branding produk hingga pemasaran. Dia juga mengharapkan Badan Usaha Miliki Aisyiyah (BU EKA) bisa dikembangkan di setiap cabang dan ranting Aisyiyah di Kabupaten Garut.
Ia juga mengharapkan ke depan MEK PDA Garut bisa terus kompak dan mampu menjalankan program-program yang sudah disepakati di Musyawarah Daerah (Musda).
“Kemudian dari anggota majelis ekonomi juga memang tercerahkan mengenai tentang perekonomian dan kewirausahaan, terus ada target-targetan yang jelas gitu ke depannya ini seperti apa, seperti tadi kan ada proteksi ketenagakerjaan, ada pinjaman modal, kemudian ada sertifikat halal yang nanti akan dibantu oleh narasumber yang tadi,” harapnya.
Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Kabupaten Garut, Supriatna, menyoroti pentingnya perlindungan ketenagakerjaan bagi para pelaku ekonomi. Ia menilai jika para peserta yang banyak didominasi oleh pelaku ekonomi ini masih banyak yang belum mendapatkan perlindungan dari jaminan ketenagakerjaan.
baca juga : Kebakaran di Gunung Papandayan Meluas di Tiga Blok Hutan
Supriatna mengajak peserta untuk bergabung dengan BPJS Ketenagakerjaan demi mendapatkan perlindungan terhadap risiko kecelakaan atau kematian.
“Jadi harapannya mereka bisa bergabung dengan kita. Caranya apa? menyisihkan Rp16.800 sebulan begitu sehingga proteksinya baik kecelakaan atau meninggal dunia tidak mengganggu cash flow atau modal yang mereka punya gitu.” tutur Supriatna.
baca juga : Ribuan Santri di Cigedug Ikuti Upacara Hari Santri Nasional
Supriatna juga memuji antusiasme peserta dalam mengikuti kegiatan ini, bahkan ada yang langsung mendaftar. Dia berharap bahwa kegiatan ini dapat memberikan ketenangan bagi peserta, karena mereka memiliki legalitas formal dan jaminan sosial atas kelangsungan usaha mereka.
“Sehingga tidak lagi semua yang memiliki profesi pekerjaan, baik formal maupun informal itu tidak kebingungan ketika terjadi pembiayaan atau membutuhkan pembiayaan baik di rumah sakit maupun tutup usia nanti gitu,” tandasnya.



