MEDAN – Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sumut akan membangun literasi totonan yang sehat bagi generasi muda terutama anak-anak milenial, terkhusus pelajar SLTA.
“Jadi kita harapkan ada program-program kerja sama dengan Pemprov terkait literasi media untuk perlindungan anak-anak dan perempuan dalam mendapatkan tontonan yang sehat dan layak,” kata Ketua KPID Sumut Anggia Ramadhan di Ruang Sekdaprov, Lantai 9, Kantor Gubernur Sumut Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30 Medan, Kamis (15/12).
Menurutnya, pentingnya membangun literasi media bagi generasi muda terutama anak-anak milenial yang bisa terpengaruh dengan konten media.
“Kita mendengar dan melihat kekrasan di dunia pelajar baik itu tauran, melawan guru dan tidak kriminal yang dilakukan pelajar, perubahan pola pikir pelajar itu yang mempengaruhi media walupun hal yang pertama adalah internet, “katanya.
baca juga: Musa Rajekshah Resmikan Masjid Al Muhajirin Kisaran Asahan
Untuk itu, Anggia meminta dukungan Pemprov terkait program kerja KPID untuk gencar melakukan literasi tontonan sehat, khususnya kepada pelajar SMA yang berada di bawah naungan provinsi. Juga dijelaskan perlunya dukungan eksekutif untuk mendorong lembaga legislatif melahirkan Perda Kebudayaan untuk penguatan isi siaran konten lokal.
“Kami melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Bali dan menghadiri Anugerah KPI Bali, kami melihat konten lokal pada program isi siarannya sangat baik, terutama di Bali TV yang memiliki isi siaran konten lokal lebih dari 10% dan ditayangkan di waktu prime time,” urai Anggia, yang menyebutkan penguatan isi siaran konten lokal tersebut didukung oleh Perda Kebudayaan.
baca juga: Kecamatan Kersamanah Gelar Bimtek Wawasan Kebangsaan dan Antisipasi Bencana Alam
Sementara, Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumatera Utara (Sumut) Arief S Trinugroho mengapresiasi dan mendukung program kerja Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sumut untuk melakukan literasi tontonan yang sehat kepada anak-anak muda, khususnya pelajar SLTA.
“Saya setuju literasi media ini hadir sebagai benteng bagi khalayak agar kritis terhadap isi media, sekaligus menentukan informasi yang dibutuhkan dari media, sehingga efek komunikasi yang ditimbulkan menjadi bermanfaat untuk kemajuan masyarakat,” katanya. (ril/ind)



