JABAR – Ketua PW Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Jabar, Agung Munandar ikut menyoroti kecelakaan kereta cepat Jakarta Bandung (KCJB) belum lama ini.
Agung menyoroti SOP dan sistem keselamatan kerja di proyek strategis nasional tersebut.
” KAMMI melihat ada yang tidak beres dalam SOP dan sistem keselamatan kerja di wilayah proyek strategis nasional Kereta Cepat tersebut,” ujar Agung.
“Seharusnya bisa dihindari dengan memitigasi risiko, agar kejadian tersebut tidak terjadi, bayangkan ini baru rangkaian kereta kerja yang anjlok jangan sampai pada saatnya nanti terjadi di kereta cepat gara-gara kondisi rel tersebut,” ujarnya.
Agung juga menuding bahwa proyek strategis nasional ini terkesan dipaksanakan agar cepat selesai.
Hal itulah yang membuat bobot kerja semakin tinggi. ” Dari awal kan kami juga mengkritik proyek yang membuang-buang APBN ini, proyek kereta cepat ini dipaksakan harus selesai pertengahan 2023, ini yang mengakibatkan bobot waktu pekerja semakin tinggi demi mengajar time line penyelesaian,” Kata Agung Munandar.
baca juga: Pasca Kades Mengundurkan Diri, Desa Ciela Dijabat PJS
Agung Munandar juga mendesak agar pihak terkait menginvestigasi dan mengaudit secara menyeluruh proyek strategis nasional ini.
” Bahwa proyek ini menjadi sorotan publik terlebih menelan anggaran dari APBN yang tidak kecil KAMMI Jawa Barat juga mendesak agar dihentikan sementara selama proses penyelidikan,” ujar Agung.
baca juga: Hamba Allah Mari Berdonasi Bangun Pesantren di Tanah Barus, Tempat Bersejarah dalam Islam



