GARUT – H Jujun Juhana, pensiunan PNS yang terakhir menjabat Camat Banyuresmi, Kabupaten Garut, mengunjungi korban kebakaran di Kampung Jati, RW 03 RT 01, Desa Dangdeur, Kecamatan Banyuresmi, Jumat 4 November 2022.
Jujun Juhana berkunjung ke korban kebakaran bersama Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Garut, Yudha Puja Turnawan.
Jujun Juhana bermaksud menyampaikan belasungkawa, atas musibah yang diderita para korban.
Diantaranya ada dua rumah yang terbakar di Kampung Jati tersebut. Dari dua rumah itu satu rumah ditempati dua kepala keluarga. Sehingga ada tiga kepala keluarga yang menjadi korban.
Dalam kunjungan itu Jujun Juhana menyampaikan bahwa yang terjadi ini merupakan kehendak Allah swt. Para korban diharapkan bisa mengambil hikmah dari ujian yang diberikan ini.
” Ini rencana Allah kita tidak tahu dengan adanya ujian ini, musibah ini,” kata Jujun Juhana yang dikenal ramah saat menjabat Camat itu.
Jujun begitu prihatin atas musibah yang diderita para korban. Betapa tidak, akibat kebakaran itu hanya pakaian di badan saja yang tersisa.
” Saya tadi melihat betapa beratnya ujian yang dialami karena rumah hancur sedemikian rupa, bahkan pakaian yang ada itu yang tersisa,” kata Jujun Juhana yang sekarang ini diketahui menjadi bakal calon legislatif (bacaleg) PDI Perjuangan dapil 5.
” Ini merupakan suatu perhatian dan saya dengan pak dewan ke sini dengan pak kades, pak RW untuk memberikan semangat untuk memberikan supaya kita tidak terpuruk. Dan insyaa Allah dengan kebersamaan dengan kegotong royongan baik pemerintah sampai ke tingkat bawah, tadi pak kades sudah menginstruksikan RW membentuk pokmas,” ujar H Jujun Juhana.
Dengan kegotong royongan itu Jujun Juhana berharap rumah para korban bisa kembali dibangun.
Dalam kesempatan tersebut, Jujun Juhana memberikan santunan uang tunai kepada para korban. Begitu pula dengan Ketua DPC PDI Perjuangan Garut, memberikan banyak bingkisan sembako.
Salah satu korban, Harun menjelaskan, kebakaran terjadi pada hari Kamis kemarin sekitar jam 09.00 wib.
Api mulanya muncul dari dapur diduga dari korsleting listrik. Kemudian percikan api menyambar tabung gas LPG sehingga api pun membesar.
BACA JUGA: Amalan Utama Ketika Hendak Sholat Jumat dan Keutamaan Hari Jumat
Sayangnya, ketika kejadian, para pemilik rumah tengah sibuk bekerja di kebun. Begitu pula tetangga sekitar pun sibuk bekerja di kebun.
Harun sendiri saat ini tengah membangun rumah di samping rumah mertuanya yang ditempatinya itu. Harun awalnya akan pindah ke rumah barunya itu seminggu ke depan. Namun akibat musibah ini, seluruh harta bendanya ludes terbakar.
BACA JUGA: Pemkab Garut Akan Beri Bantuan Kerohiman untuk Rumah Hancur Akibat Longsor di Kampung Ciseupan
Sementara satu rumah lagi milik Sukarya juga baru saja dibangun. Akibat kebakaran ini rumah Sukarya juga mengalami rusak berat.(feri/gilang)
BACA JUGA: Sebanyak 60 ASN di Garut Ikuti Pelatihan Pengadaan Barang dan Jasa



