GARUT – Keluarga Alifah bocah 6 tahun asal Kampung Babakan Abid, Kelurahan Suci Kaler, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut, yang sebelumnya viral, sekarang ini sudah mendapatkan bantuan atensi berbasis keluarga dari Kemensos RI.
Bantuan atensi berbasis keluarga itu merupakan bantuan kewirausahaan dari Kemensos RI melalui Sentra Terpadu Pangudi Luhur Bekasi.
Kokom orang tua Alifah mengatakan, bantuan dari Kemensos itu sudah diterima beberapa hari yang lalu.
Berkat dorongan banyak pihak yang membantu, akhirnya keluarga Alifah merasakan bantuan sosial dari Pemerintah.
Tak hanya bantuan atensi Kemensos, Alifah juga sudah mempunyai BPJS Kesehatan yang biayanya ditanggung oleh Pemerintah.
Sehingga dengan BPJS tersebut, Alifah bisa berobat untuk menyembuhkan penyakitnya yang selama ini diderita.
Dimana sebelumnya dikabarkan, Alifah tak bisa berjalan dan tak bisa berbicara layaknya anak normal lainnya. Sampai usianya menginjak 6 tahun sekarang ini, Alifah hanya bisa terbaring lemas di tempat tidur.
Beberapa waktu lalu, Alifah juga sudah mendapatkan pemeriksaan di RS Medina Garut. Dokter sudah melakukan diagnosa dengan melakukan uji lab dan rontgen terhadap Alifah, sehingga penyakitnya bisa diketahui.
“ Alhamdulillah saya ucapkan terima kasih banyak kepada semua pihak yang telah membantu. Saya betul-betul merasa mimpi dapat bantuan ini,” ujar Kokom, ibu Alifah.
Kokom menjelaskan, untuk bantuan kewirausahaan dari Kemensos sendiri yaitu bantuan untuk berjualan Sosis bakal dengan seluruh perangkatnya. Selain itu Kemensos juga banyak memberikan bantuan untuk kebutuhan Alifah.
Hanya saja saat ini Kokom berharap bisa mendapatkan bantuan gerobak dorong untuk berjualan sosis bakar tersebut.
“ Harapan saya pribadi pengen punya gerobak motor dan pendingin untuk menyimpan sosis sisa jualan, karena supaya tidak cepat basi sosisnya,” ujar Kokom.(gilang)
BACA JUGA: Bupati Garut Minta Pejabat yang Baru untuk Menyesuaikan Ekspektasi Kinerjanya



