GARUT – Seorang pelaku usaha kecil menengah (UKM) Batik Garutan, Rian Babang berharap ada bantuan Pemerintah daerah untuk menjembatani antara perajin dengan pelaku usaha di sektor hilir yaitu pemilik gallery.
Sampai sejauh ini kata Rian, perajin Batik Garutan ini belum mendapatkan harga jual yang pantas untuk karya yang mereka hasilkan.
Batik Garutan di tingkat perajin masih dihargai murah oleh pemilik gallery. Rian pun merasa miris dengan kondisi tersebut.
Padahal kata Rian, harga Batik Garutan sendiri ketika dijual pemilik gallery cukup mahal. Tapi kenapa harga yang diberikan kepada perajin sangat rendah.
Hal itu disampaikan Rian ketika menghadiri Festival Garutan yang digelar oleh Aleyra Hotel & Villa kemarin di Jalan Pembangunan No 159, Garut.
” Bagi orang-orang pengusaha yang punya gallery, menghargai batik itu sangat muarh sekali pak,” ujar Rian.
” Dari pihak yang punya gallery membeli ke perajin minim, tapi dia menjual harga tinggi. Karena banyak costumer sendiri yang bicara itu,” tambahnya.
baca juga: Kecamatan Tarogong Kaler Buka Musrenbang untuk Program 2024
Karena itulah Rian meminta kepada Pemerintah Daerah untuk menjembatani antara perajin dengan pemilik gallery, supaya perajin ini mendapatkan harga yang pantas.
” Harapan kita dari pemerintah itu sebagan jembatan dari peraji dan posisinya yang punya gallery-gallery di Garut. Untuk daya jual produk dari perajin ke konter-konter. Yang mereka harapkan itu yang diterima dengan harga yang diharapkan,” jelasnya.
baca juga: Berangkat dari Wartawan, Robi Warga Garut Coba Peruntungan ke Legislatif
Selain itu Rian pun mendengar kabar bahwa Pemerintah Kabupaten Garut akan membentuk koperasi khusus menampung hasil karya Batik Garutan ini. Ia berharap rencana itu bisa terealisasi.(gilang)



