BANDUNG BARAT – Laskar Prabowo 08 DPC Kabupaten Garut mengapresiasi pelaksanaan pelatihan vokasi berbasis agroforestri yang digelar di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Bandung Barat. Program yang diselenggarakan Kementerian Ketenagakerjaan dengan fasilitasi Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Garut tersebut dinilai memberikan manfaat nyata bagi peningkatan keterampilan masyarakat.
Sekretaris Jenderal Laskar Prabowo 08 DPC Kabupaten Garut, Oky Nugraha Sosrowiryo, menilai program tersebut sejalan dengan upaya penguatan kualitas sumber daya manusia di daerah. Meski demikian, ia mengingatkan bahwa seluruh target peserta yang berjumlah 400 warga Garut masih belum seluruhnya terlayani karena pelaksanaan dilakukan secara bertahap.
Pelatihan berlangsung selama 11 hari dengan materi yang berfokus pada pengembangan sektor agroforestri dan pengolahan hasil pertanian. Peserta mendapatkan pembekalan di enam bidang keterampilan, yakni keahlian barista, teknik pemanggangan kopi (roasting), budidaya tanaman kopi, budidaya ikan, pengolahan produk unggas, serta pengolahan produk susu.
Menurut Oky, program tersebut menjadi salah satu bentuk perhatian pemerintah terhadap pengembangan kapasitas masyarakat, khususnya dalam menghadapi tantangan ekonomi dan dunia kerja yang semakin kompetitif.
“Kami berikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pemerintah yang telah menghadirkan program berkualitas ini. Ini adalah bukti nyata bahwa Asta Cita bukan sekadar konsep, melainkan sudah bekerja nyata memberdayakan warga Garut. Sampai saat ini, proses pelatihan masih berjalan secara bertahap dan belum semua dari 400 sasaran warga kami sudah terlayani, namun antusiasme dan manfaat yang terlihat sudah sangat luar biasa,” ujar Oky.
Ia mengatakan, tingginya minat masyarakat terhadap program tersebut menjadi indikator bahwa pelatihan vokasi masih sangat dibutuhkan. Karena itu, Laskar Prabowo 08 berencana mendorong perluasan program dan penambahan kuota peserta pada periode berikutnya.
Upaya tersebut, kata dia, akan disampaikan kepada Ketua Dewan Pembina Nasional Laskar Prabowo, Hashim Djojohadikusumo, melalui jajaran pimpinan nasional organisasi. Harapannya, lebih banyak warga Garut dapat memperoleh kesempatan mengikuti pelatihan serupa.
“Kami melihat sendiri betapa program ini sangat tepat sasaran dan sangat dibutuhkan. Meskipun untuk kuota 400 orang ini pun belum semuanya mendapatkan giliran, kami sudah bersiap memperjuangkan penambahan kuota baru nanti. Kami akan sampaikan langsung ke Bapak Hashim Djojohadikusumo lewat pimpinan nasional, agar kuota pelatihan untuk Garut diperbanyak lagi. Potensi kita luar biasa besar, jadi harus terus diimbangi dengan peningkatan keterampilan. Ini bentuk dukungan kami agar visi Bapak Presiden menciptakan SDM unggul dan ekonomi kuat benar-benar terwujud maksimal di daerah kami,” tambahnya.
Program pelatihan vokasi berbasis agroforestri ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kompetensi masyarakat, memperkuat hilirisasi produk lokal, serta mendorong peningkatan nilai tambah sektor pertanian dan peternakan. Melalui penguatan keterampilan tersebut, peserta diharapkan mampu mengembangkan usaha produktif, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga.
Dengan pelaksanaan yang masih berlangsung secara bertahap, para pemangku kepentingan berharap seluruh target peserta dapat segera terlayani sehingga manfaat program dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat Kabupaten Garut.(Pey)



