GARUT – Ratusan kepala keluarga (KK) di Dusun 3, Desa Cinisti, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut, mengalami krisis air bersih selama dua bulan terakhir akibat musim kemarau. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Pemerintah Desa Cinisti menyalurkan air bersih menggunakan mobil Maskara setiap hari.
Sekretaris Desa Cinisti, Iwan, mengatakan krisis air bersih tersebut berdampak pada warga di satu dusun yang mencakup tiga rukun warga (RW), dengan jumlah penduduk sekitar 600 hingga 700 KK.
“Yang mengalami krisis air bersih itu di dusun 3 terdiri dari 3 RW,” ujar Iwan, Kamis (22/10/2026).
Menurut Iwan, sumber air yang tersedia di wilayah tersebut tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan masyarakat secara optimal. Kondisi ini mendorong pemerintah desa untuk melakukan penyaluran air bersih secara rutin guna membantu warga memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Distribusi air bersih menggunakan mobil Maskara dilakukan setiap hari, mulai sore hingga menjelang subuh. Petugas desa bekerja secara bergiliran untuk memastikan penyaluran air tetap berjalan di tengah keterbatasan pasokan.
“Sudah selama 2 bulan kesulitan air bersih dan selama 2 bulan itu pemerintah Desa membantu dengan mensuplai kebutuhan air bersih dengan bantuan mobil maskara desa setiap hari dari sore sampai subuh,” ujar Iwan.
Karena pasokan air terbatas, warga harus bergantian mendapatkan bantuan. Pemerintah desa berupaya mengatur distribusi agar kebutuhan masyarakat yang terdampak dapat terpenuhi.
Iwan menjelaskan, Dusun 3 sebenarnya memiliki sumber mata air. Namun, debit air terus menurun selama musim kemarau, terutama dalam dua bulan terakhir, sehingga tidak lagi mencukupi kebutuhan warga.
“Sebetulnya ada sumber mata air tapi selama musim kemarau ini terutama 2 bulan ke belakang sudah tidak lagi mengalirkan air secara maksimal,” ujar Iwan.
Untuk mengatasi kondisi tersebut, pemerintah desa memanfaatkan sumber mata air di Dusun 1 yang masih dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan air bersih. Air dari sumber tersebut kemudian disalurkan kepada warga Dusun 3 menggunakan mobil Maskara.
“Kebetulan di dusun 1 ada mata air yang bisa menyuplai kebutuhan air bersih,” katanya.
Meski bantuan distribusi air terus dilakukan, Pemerintah Desa Cinisti berharap Pemerintah Kabupaten Garut melalui dinas terkait segera melakukan survei lapangan guna menentukan solusi jangka panjang. Langkah tersebut dinilai penting agar krisis air bersih tidak terus berulang setiap musim kemarau.
“Apakah nantinya diperlukan sumur bor atau apa kita tidak tahu. Kita mohon kepada pemerintah Kabupaten Garut untuk melakukan survei dan memberikan bantuan kepada warga kami,” ujarnya.
Pemerintah desa berharap hasil kajian teknis dapat menjadi dasar penentuan langkah penanganan yang sesuai dengan kondisi wilayah. Dengan adanya solusi berkelanjutan, warga Dusun 3 diharapkan dapat memperoleh akses air bersih yang memadai tanpa harus terus bergantung pada distribusi air menggunakan mobil Maskara setiap musim kemarau.



