29.1 C
Garut
Kamis, Oktober 29, 2026

Buy now

Dukung Swasembada Pangan Nasional, Kalapas Garut Terlibat dalam Penyusunan Pedoman Ketahanan Pangan

JAKARTA — Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Garut, Rusdedy, didampingi Kepala Sub Seksi Sarana Kerja, Yuhana Rahayu, mengikuti Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Pedoman Ketahanan Pangan pada Lembaga Pemasyarakatan dan Rumah Tahanan Negara yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan pada 27–29 Oktober 2026.

Kegiatan yang digelar di Holiday Inn & Suites Jakarta Gajah Mada, Jakarta Barat, tersebut bertujuan merumuskan pedoman pelaksanaan program ketahanan pangan yang terarah, terukur, dan berkelanjutan di seluruh Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan.

FGD ini diikuti oleh kepala lapas dan rumah tahanan negara (rutan), pejabat struktural yang menangani kegiatan kerja dan pembinaan, serta perwakilan Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan dari berbagai daerah.

Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Mashudi, membuka kegiatan tersebut. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya membangun kesadaran dan komitmen bersama untuk memperkuat ketahanan pangan melalui pemanfaatan sumber daya yang tersedia.

“Ketahanan pangan harus dimulai dari rumah sendiri, kemudian dikembangkan di lingkungan Lapas dan Rutan,” tegas Mashudi dalam arahannya.

Dalam pelaksanaannya, program ketahanan pangan tidak hanya bergantung pada ketersediaan lahan dan modal, tetapi juga memerlukan kreativitas, konsistensi, serta kemampuan mengelola potensi yang ada agar dapat menghasilkan kegiatan produktif.

Pada rangkaian FGD tersebut, peserta menerima materi dari Direktorat Serealia, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian, mengenai swasembada pangan berkelanjutan. Materi lainnya disampaikan Direktorat Sayuran dan Tanaman Obat, Direktorat Jenderal Hortikultura, Kementerian Pertanian, yang membahas pengembangan hortikultura untuk mendukung ketahanan pangan.

Pembahasan tersebut menjadi bagian dari penyusunan pedoman yang mencakup perencanaan, pelaksanaan, pemanfaatan lahan, penerapan teknologi budidaya, pengawasan, hingga evaluasi hasil produksi pangan di lingkungan pemasyarakatan.

Kepala Lapas Kelas IIA Garut, Rusdedy, menyampaikan bahwa keikutsertaan dalam kegiatan tersebut merupakan upaya memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui pengembangan kegiatan produktif yang memiliki nilai manfaat dan ekonomi.

“Ketahanan pangan bukan hanya tentang bagaimana menghasilkan bahan pangan, tetapi juga bagaimana menciptakan ruang pembinaan yang produktif bagi Warga Binaan. Melalui kegiatan pertanian, peternakan, hortikultura, dan perikanan, kami ingin membekali mereka dengan keterampilan nyata yang dapat menjadi modal kemandirian setelah kembali ke masyarakat,” ungkap Rusdedy.

Menurut Rusdedy, penyusunan pedoman ketahanan pangan juga menjadi momentum untuk meningkatkan tata kelola kegiatan produktif di Lapas Garut agar berjalan lebih terencana, terukur, dan berkelanjutan.

“Melalui forum ini, kami berharap lahir pedoman yang aplikatif dan dapat diterapkan sesuai dengan potensi masing-masing Lapas dan Rutan. Lapas Garut berkomitmen untuk terus mengembangkan program ketahanan pangan yang tidak hanya mendukung swasembada pangan nasional, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi proses pembinaan dan pemberdayaan Warga Binaan,” tambahnya.

Sebagai tindak lanjut, Lapas Garut akan terus mengoptimalkan potensi di bidang pertanian, hortikultura, peternakan, dan perikanan. Pengembangan tersebut juga didukung melalui penguatan kerja sama dengan instansi teknis dan mitra kerja untuk meningkatkan kapasitas produksi.

Hasil pembahasan dalam FGD akan menjadi bahan evaluasi dan penyempurnaan tata kelola program ketahanan pangan di Lapas Garut. Penyempurnaan tersebut meliputi penyusunan standar operasional prosedur, pengelolaan sarana produksi, pencatatan hasil kegiatan, serta penguatan sistem pemantauan dan evaluasi.

Keikutsertaan Lapas Garut dalam forum tersebut sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap implementasi Asta Cita Presiden Republik Indonesia dan Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

Melalui kolaborasi, inovasi, dan optimalisasi sumber daya, Lapas Garut berupaya menjadikan program ketahanan pangan sebagai bagian dari pembinaan kemandirian warga binaan. Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan keterampilan, memberikan manfaat ekonomi, serta mempersiapkan warga binaan agar dapat kembali berkontribusi secara produktif di tengah masyarakat.(Gilang)

Bircunews

Kami Bircunews.com adalah perusahaan media. memberikan informasi berimbang, informatif, edukatif dan berpedoman terhadap undang-undang pers no 40 tahun 1999.Hubungi Kontak Kami untuk Iklan dan Pengaduan Keredaksian di Kontak WA: 082.295.693.903

Bircunewshttp://bircunews.com
Kami Bircunews.com adalah perusahaan media. memberikan informasi berimbang, informatif, edukatif dan berpedoman terhadap undang-undang pers no 40 tahun 1999.Hubungi Kontak Kami untuk Iklan dan Pengaduan Keredaksian di Kontak WA: 082.295.693.903

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -
- Advertisement -

Latest Articles

Bircunews

Kami Bircunews.com adalah perusahaan media. memberikan informasi berimbang, informatif, edukatif dan berpedoman terhadap undang-undang pers no 40 tahun 1999.Hubungi Kontak Kami untuk Iklan dan Pengaduan Keredaksian di Kontak WA: 082.295.693.903