27.1 C
Garut
Jumat, Oktober 30, 2026

Buy now

Bencana Hidrometeorologi Mengintai Garut Yudha Puja Turnawan Minta Pemkab Tetapkan Status Tanggap Darurat

GARUT – Meningkatnya intensitas hujan dalam sepekan terakhir yang memicu kerusakan rumah warga dan longsor di sejumlah wilayah mendorong Anggota DPRD Kabupaten Garut dari Fraksi PDI Perjuangan, Yudha Puja Turnawan, meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut segera mempertimbangkan penetapan Status Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi.

Permintaan tersebut disampaikan Yudha pada Jumat (30/10/2026). Menurutnya, kondisi cuaca yang semakin tidak menentu telah menimbulkan dampak nyata bagi masyarakat, mulai dari rumah warga yang ambruk hingga kerusakan infrastruktur jalan akibat longsor.

Yudha mengungkapkan, dalam satu hari saja dirinya menerima laporan kejadian bencana dari sejumlah kecamatan. Di antaranya longsor yang mengancam akses jalan kabupaten di Kecamatan Pendeui, kerusakan jalan desa di Kecamatan Malangbong, serta kejadian longsor di Desa Pasirwaru, Kecamatan Limbangan.

“Selaku Anggota DPRD Garut, pada hari ini, Jumat 30 Oktober 2026, saya memohon kepada pemerintah daerah agar mempertimbangkan penetapan Status Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi. Sebab, sejak sepekan terakhir curah hujan cukup tinggi dan telah mengakibatkan banyak rumah warga ambruk serta sejumlah titik jalan mengalami longsor,” ungkap Yudha.

Ia menilai, penetapan status tanggap darurat menjadi salah satu langkah penting agar pemerintah daerah dapat mengoptimalkan penanganan bencana, termasuk memanfaatkan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) tahun anggaran 2026 yang tersedia sebesar Rp3,5 miliar.

Menurutnya, anggaran tersebut perlu diarahkan untuk membantu masyarakat yang rumahnya mengalami kerusakan berat akibat bencana, sekaligus mendukung penanganan infrastruktur publik yang terdampak longsor.

Yudha menyebutkan, sejumlah laporan rumah ambruk telah diterimanya dari berbagai wilayah. Di antaranya rumah milik warga lanjut usia di Desa Simpang, Kecamatan Cibalong, yang ambruk pada dini hari. Kejadian serupa juga dilaporkan terjadi di Desa Sagara, Kecamatan Cibalong, serta Desa Margamulya, Kecamatan Cikajang.

Bahkan, laporan terbaru kembali diterimanya dari Desa Sukalaksana, Kecamatan Banyuresmi. Selain itu, rumah warga di Desa Citangtu, Kecamatan Pangatikan, juga dilaporkan ambruk akibat hujan deras.

“Selama sepekan terakhir begitu banyak laporan yang masuk kepada saya. Bahkan, masih ada beberapa lokasi yang belum sempat saya kunjungi karena banyaknya kejadian yang dilaporkan masyarakat,” tuturnya.

Melihat kondisi tersebut, Yudha secara khusus meminta Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut untuk segera berkoordinasi dan menggelar rapat bersama Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Daerah serta kepala daerah guna membahas penetapan status tanggap darurat.

Ia berharap, langkah tersebut dapat mempercepat penanganan masyarakat terdampak, terutama warga yang kehilangan tempat tinggal akibat rumahnya ambruk. Selain bantuan bagi korban, perbaikan fasilitas umum dan penanganan titik-titik longsor juga dinilai harus menjadi prioritas pemerintah daerah.

Yudha mengingatkan bahwa ancaman bencana hidrometeorologi diperkirakan masih akan meningkat seiring memasuki November dan Desember, ketika intensitas hujan berpotensi semakin tinggi.

Ia juga menyoroti kondisi geografis Kabupaten Garut yang memiliki wilayah dataran tinggi, lereng curam, serta kawasan yang rentan terhadap pergerakan tanah. Berdasarkan data curah hujan yang ia rujuk dari BMKG, wilayah dataran rendah disebut memiliki rata-rata curah hujan sekitar 2.500,99 milimeter, sedangkan wilayah dataran tinggi dengan kemiringan lereng hingga 40 derajat mencapai sekitar 3.500–4.000 milimeter.

Angka tersebut, menurut Yudha, menunjukkan tingginya potensi ancaman longsor yang perlu diantisipasi secara serius oleh pemerintah daerah.

“Ini bukan sekadar kekhawatiran, karena sejumlah titik longsor sudah terjadi pada hari ini. Oleh karena itu, saya meminta Pemkab Garut segera mempertimbangkan penetapan Status Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan anggaran BTT bisa dimanfaatkan untuk membantu masyarakat yang terdampak,” tegasnya.

Yudha berharap pemerintah daerah tidak menunggu hingga dampak bencana semakin meluas. Menurutnya, kesiapsiagaan, kecepatan koordinasi, serta keberpihakan terhadap masyarakat terdampak menjadi hal penting dalam menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi di Kabupaten Garut.(feri/Gilang)

Bircunews

Kami Bircunews.com adalah perusahaan media. memberikan informasi berimbang, informatif, edukatif dan berpedoman terhadap undang-undang pers no 40 tahun 1999.Hubungi Kontak Kami untuk Iklan dan Pengaduan Keredaksian di Kontak WA: 082.295.693.903

Bircunewshttp://bircunews.com
Kami Bircunews.com adalah perusahaan media. memberikan informasi berimbang, informatif, edukatif dan berpedoman terhadap undang-undang pers no 40 tahun 1999.Hubungi Kontak Kami untuk Iklan dan Pengaduan Keredaksian di Kontak WA: 082.295.693.903

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -
- Advertisement -

Latest Articles

Bircunews

Kami Bircunews.com adalah perusahaan media. memberikan informasi berimbang, informatif, edukatif dan berpedoman terhadap undang-undang pers no 40 tahun 1999.Hubungi Kontak Kami untuk Iklan dan Pengaduan Keredaksian di Kontak WA: 082.295.693.903