GARUT – Kelompok Tumbuh Bersama (KTB) Desa Cibodas, Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut, berhasil mengembangkan berbagai produk makanan dan kesehatan berbahan alami dengan memanfaatkan potensi sumber daya lokal yang melimpah di wilayah tersebut.
Di bawah pembinaan Ketua KTB Desa Cibodas, Erna, kelompok yang beranggotakan sekitar 12 orang itu terus mengembangkan keterampilan dalam mengolah bahan-bahan alami menjadi produk bernilai ekonomis.
Erna menjelaskan, KTB merupakan wadah pembelajaran dan pemberdayaan masyarakat. Para anggota mendapatkan pembelajaran selama dua tahun untuk meningkatkan kemampuan, mulai dari keterampilan produksi hingga pengembangan usaha.
“Kelompok tumbuh bersama (KTB) Anggotanya melalui pembelajaran selama 2 tahun untuk menimba ilmu di dalamnya. Antara lain ilmu membuat produk produk Di KTB sendiri juga diberikan ilmu marketing, leadership, bagaimana kita bersosialisasi dengan masyarakat,”
KTB Desa Cibodas juga merupakan mitra binaan BUMDes Desa Cibodas. Melalui pendampingan tersebut, kelompok ini tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan produk, tetapi juga membangun kapasitas sumber daya manusia dan kemandirian ekonomi masyarakat.
Selama ini, KTB telah menghasilkan beragam produk makanan dan kesehatan dengan memanfaatkan bahan baku herbal maupun sumber daya alam lokal. Erna menyebut produk yang dikembangkan merupakan produk premium dengan proses pengolahan yang mengedepankan bahan-bahan alami.
Salah satu produk unggulan atau best seller KTB Desa Cibodas adalah mocaf, yakni tepung berbahan dasar singkong yang dibudidayakan langsung di Desa Cibodas menggunakan varietas khusus.
Menurut Erna, mocaf menjadi alternatif tepung yang tidak mengandung gluten dan dapat diolah menjadi berbagai jenis makanan untuk kebutuhan sehari-hari.
” Kalau tepung biasa dari terigu biasanya ada rasa kembung ketika dimakan, kalau mocaf ini tidak ada. Tepung mocaf ini juga aman bagi penderita diabetes,” ujarnya.
Selain mocaf, KTB juga memproduksi bone broth, yaitu kaldu yang dibuat dari tulang dan dapat dimanfaatkan sebagai bahan penyedap makanan. Produk ini dikembangkan dengan mengangkat potensi manfaat kandungan nutrisi dari kaldu tulang.
“Bone broth ini manfaatnya bagus sekali untuk persendian dan tulang. Bone broth ini terbuat dari kaldu tulang,” tegas Erna.
Produk lainnya adalah black garlic atau bawang putih hitam yang dikembangkan sebagai produk olahan bernilai tambah. Produk ini dikenal masyarakat sebagai salah satu bahan pangan yang mengandung senyawa antioksidan.
KTB juga mengembangkan spring water body lotion, yaitu produk perawatan kulit berbahan air belerang dari kawasan Gunung Papandayan yang memiliki kandungan mineral alami.
Ada pula Siam Beauty Glow Body Lotion, produk perawatan kulit berbahan dasar labu siam. Pengembangan produk tersebut menjadi salah satu upaya KTB dalam meningkatkan nilai ekonomi komoditas lokal yang selama ini memiliki harga jual relatif rendah.
” Body lotion labu Siam ini ada kolagennya dan ini merupakan inti sarinya. Tanpa bahan kimia sedikitpun,” ujarnya.
Erna mengatakan, melimpahnya produksi labu siam di Kecamatan Cikajang menjadi peluang usaha yang dapat dikembangkan melalui inovasi pengolahan.
” Di tempat kami banyak sekali labu Siam yang mempunyai nilai jual rendah. Dan ketika kita buat jadi body lotion mempunyai nilai jual yang tinggi. Dan ini akan mendongkrak ekonomi masyarakat setempat,” ujarnya.
Tidak hanya produk perawatan kulit, KTB juga memproduksi sabun garam yang dikembangkan untuk perawatan kulit, termasuk bagi konsumen yang mengalami masalah gatal-gatal, eksim, dan jerawat.
Selanjutnya, terdapat milky soap, yakni sabun berbahan susu sapi. Produk tersebut memanfaatkan potensi Kecamatan Cikajang sebagai salah satu sentra produksi susu sapi di Kabupaten Garut.
KTB juga menghasilkan honey bar soap, sabun berbahan madu hitam yang diperoleh dari kawasan Cihideung, Gunung Gelap.
Sementara untuk produk pangan hewan peliharaan, kelompok ini mengembangkan Chick Chew, makanan untuk kucing dan anjing yang dibuat dari bahan dasar ceker ayam.
Produk lainnya yang turut dikembangkan adalah kombucha, minuman fermentasi berbahan teh yang dibuat melalui proses fermentasi menggunakan kultur bakteri dan ragi.
Kombucha menjadi salah satu inovasi produk minuman fermentasi yang mulai diperkenalkan KTB sebagai alternatif minuman berbahan alami.
Dalam mengembangkan seluruh produk tersebut, Erna mengungkapkan bahwa pihaknya mendapatkan bimbingan dari dr. Edi Kristianto, dr. Reni, serta Andi Pranoto.
Selain pendampingan tersebut, keberlangsungan kegiatan KTB Desa Cibodas juga mendapat dukungan dari Kepala Desa Cibodas, Farha.
Melalui berbagai inovasi pengolahan bahan baku lokal, KTB Desa Cibodas diharapkan mampu memperluas pasar produk unggulan daerah sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan masyarakat.
Keberadaan kelompok ini juga menjadi contoh bahwa potensi alam Kecamatan Cikajang tidak hanya dapat dipasarkan dalam bentuk bahan mentah, tetapi bisa dikembangkan menjadi produk olahan dengan nilai tambah ekonomi yang lebih tinggi.(Feri)
Sebagai informasi, masyarakat yang berminat mendapatkan berbagai produk unggulan KTB Desa Cibodas dapat berkunjung langsung ke lokasi produksi atau menghubungi nomor kontak WhatsApp marketing 082.152.128.103 untuk memperoleh informasi lebih lanjut dan melakukan pemesanan.



