GARUT – Kepedulian terhadap warga yang tertimpa musibah kembali ditunjukkan Anggota DPRD Kabupaten Garut dari Fraksi PDI Perjuangan, Yudha Puja Turnawan. Pada Jumat (11/9/2026), Yudha mengunjungi keluarga Dewi, korban kebakaran di Kampung Cidarayana RT 02 RW 03, Desa Wangunjaya, Kecamatan Banjarwangi, Kabupaten Garut.
Kebakaran yang terjadi pada Rabu (9/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB tersebut menghanguskan rumah beserta seluruh perabotan di dalamnya. Bersama Kepala Desa Wangunjaya dan perangkat desa, Yudha datang untuk melihat langsung kondisi keluarga korban sekaligus memberikan bantuan sembako dan santunan uang tunai dari pribadinya.
Yudha mengatakan, bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap warga yang sedang menghadapi musibah. Menurutnya, kehilangan rumah dan seluruh harta benda tentu menjadi beban berat bagi keluarga korban, terlebih kondisi ekonomi mereka juga harus kembali dipulihkan.
“Sekarang ini di hari Jumat 11 September 2026 saya selaku wakil rakyat bersama Kepala Desa Wangunjaya dan perangkat desanya kita menengok Ibu Dewi yang rumahnya kebakaran pada Rabu tanggal 9 September 2026 sekitar pukul 14.00 WIB di Kampung Cidarayana RT 02 RW 03 Desa Wangunjaya, Kecamatan Banjarwangi, Kabupaten Garut,” ujar Yudha.
Ia berharap BAZNAS Kabupaten Garut segera memberikan bantuan kepada keluarga korban. Terlebih, berdasarkan informasi yang disampaikannya, keluarga tersebut masuk dalam Desil 2 sehingga membutuhkan perhatian dan dukungan lebih lanjut.
“Kebakaran ini menghanguskan rumah beserta perabotan di dalamnya. Harapan saya BAZNAS Garut segera membantu juga. Apalagi ini masuk Desil 2. Tentu kebakaran ini mengakibatkan keluarga korban makin terpuruk dan ini menjadi kewajiban BAZNAS untuk membantu warga yang terkena musibah,” katanya.
Di sisi lain, Yudha menyoroti persoalan yang lebih luas terkait penanganan rumah warga yang ambruk maupun terbakar di Kabupaten Garut.
Ia menyebut, sepanjang tahun 2026, jumlah rumah yang mengalami ambruk maupun kebakaran di Kabupaten Garut sudah mendekati 500 rumah. Namun, keterbatasan anggaran pada Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Garut menyebabkan belum seluruh korban dapat memperoleh bantuan.
“Sudah mendekati 500 rumah yang rumahnya ambruk maupun kebakaran di Kabupaten Garut sepanjang tahun 2026. Hanya 71 rumah yang mendapatkan bantuan dari Disperkim Garut karena keterbatasan anggaran,” ungkapnya.
Yudha menjelaskan, anggaran yang tersedia saat ini sekitar Rp500 juta sehingga baru 71 rumah yang dapat dibantu. Sementara lebih dari 400 rumah lainnya belum mendapatkan bantuan dari Pemerintah Kabupaten Garut.
Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Penanganan warga yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana tidak bisa hanya mengandalkan anggaran yang terbatas.
Karena itu, Yudha mendorong agar pembahasan APBD Perubahan Kabupaten Garut dapat mengakomodasi penambahan anggaran untuk Disperkim, khususnya pengadaan bahan bangunan bagi masyarakat yang rumahnya ambruk maupun terbakar.
“Di alokasi yang sedang dibahas, harapan saya ada alokasi penambahan untuk pengadaan bahan bangunan agar warga yang terkena musibah bisa dibantu bahan bangunan oleh Pemkab Garut,” ujarnya.
Ia secara khusus meminta agar dalam APBD Perubahan yang tengah dibahas terdapat tambahan anggaran pada Disperkim Garut sehingga pemerintah daerah memiliki kemampuan lebih besar untuk membantu masyarakat yang rumahnya rusak akibat musibah.
“Saya meminta agar APBD Perubahan yang sedang dibahas ini ada alokasi anggaran penambahan bahan bangunan di Disperkim Garut,” tegas Yudha.
Selain mengandalkan anggaran pemerintah daerah, Yudha juga mendorong adanya kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan lembaga filantropi dalam membantu masyarakat yang tertimpa musibah.
Ia meminta Bupati Garut, Wakil Bupati Garut, dan Sekretaris Daerah Garut segera membentuk serta mengoptimalkan forum Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP).
Menurutnya, keberadaan forum tersebut dapat memperkuat kolaborasi pendanaan dari program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR maupun bantuan BAZNAS untuk membantu warga Garut yang mengalami musibah.
“Bapak Bupati Garut, Ibu Wakil Bupati, Bapak Sekda, segera bentuk forum TJSLP. Optimalkan kolaborasi pendanaan CSR maupun BAZNAS untuk membantu warga Garut yang terkena musibah, baik rumah ambruk maupun rumah kebakaran,” katanya.
Yudha berharap seluruh pihak dapat mengambil peran dalam membantu masyarakat yang sedang mengalami kesulitan. Pemerintah daerah melalui kebijakan anggaran, BAZNAS melalui dana umat, dunia usaha melalui CSR, serta masyarakat melalui semangat gotong royong dapat bersama-sama meringankan beban para korban.
“Semoga kita bisa bahu-membahu untuk membantu warga Garut,” pungkasnya.(Pey)



